x

Purbaya Bakal Copot Dua Pejabat Guna Atasi Masalah Restitusi

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 16:51 25 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana memberhentikan dua pejabat di Kementerian Keuangan sebagai langkah untuk mengatasi persoalan pencairan restitusi pajak.

Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan investigasi terhadap lima pejabat yang terlibat dalam pengelolaan restitusi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ia memutuskan dua pejabat akan dicopot dari jabatannya.

“Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi. Hari ini dua akan saya copot,” ujar Purbaya kepada wartawan dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin.

Namun demikian, ia belum mengungkapkan identitas pejabat yang akan diberhentikan tersebut.

Menkeu hanya menjelaskan bahwa investigasi ini berawal dari temuannya terkait nilai pencairan restitusi pajak tahun anggaran 2025 yang tidak sesuai dengan laporan yang diterimanya.

Awalnya, ia menerima laporan dari staf bahwa nilai restitusi pajak tergolong rendah. Akan tetapi, menjelang akhir tahun anggaran, ia menemukan bahwa angka pencairan justru melonjak berkali-kali lipat dari data sebelumnya.

“Jadi, itu yang kami akan perbaiki. Jangan sampai ada salah informasi lagi,” ujar Purbaya.

Keputusan untuk memberhentikan pejabat terkait menjadi bentuk tindakan tegas atas dugaan penyelewengan yang terjadi di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia berharap langkah ini dapat menjadi peringatan agar seluruh pejabat menjalankan tugas sesuai amanat serta menghindari praktik kecurangan.

“Pesannya adalah ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik. Jangan jor-joran. Jor-jorannya adalah tidak memberitahu perkembangan dengan akurat,” tuturnya.

Sebelumnya, Purbaya juga telah memberhentikan dua direktur jenderal yang disebut sebagai bagian dari kebijakan rotasi pegawai yang lazim dilakukan di Kementerian Keuangan.

Kedua pejabat tersebut adalah Febrio Nathan Kacaribu yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) serta Luky Alfirman sebagai Dirjen Anggaran.

“Itu hanya proses biasa, berapa tahun diputar. Jadi, nggak ada yang istimewa dari itu,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/4).

Saat dikonfirmasi terkait dugaan konflik internal, Purbaya tidak menampik bahwa dinamika organisasi turut memberi pengaruh, meskipun porsinya dinilai kecil.

“Iya dan tidak. Iya, ada sedikit (pengaruh konflik internal), tapi nggak itu saja. Ada yang lain-lain,” ujarnya.

Selama masa kepemimpinannya, Purbaya juga aktif melakukan rotasi pegawai sebagai bagian dari upaya pembenahan internal di Kementerian Keuangan.

Terbaru, ia melantik lima pejabat eselon II yang ditempatkan di Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), serta Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK).

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

7 hours ago
8 hours ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x