Timnas Basket 3×3 Putri Indonesia terhenti di babak 16 besar Asian Beach Games Sanya 2026 TODAYNEWS.ID — Timnas Basket 3×3 Putri Indonesia menunjukkan peningkatan performa dengan menembus babak 16 besar Asian Beach Games Sanya 2026 sebelum akhirnya dihentikan Taiwan. Capaian ini menjadi kemajuan dibanding partisipasi sebelumnya sekaligus bahan evaluasi untuk peningkatan di turnamen mendatang.
Timnas Basket 3×3 Putri Indonesia tampil kompetitif sepanjang turnamen. Mereka mampu bersaing hingga fase gugur setelah lolos dari penyisihan grup.
Perjalanan tim Merah Putih terhenti di babak 16 besar. Mereka kalah dari Taiwan dengan skor 10-21.
Pertandingan tersebut berlangsung di Sanya Sport Centre Gymnasium pada Selasa siang, 28 April 2026. Hasil itu memastikan langkah Indonesia berakhir di fase tersebut.
Meski tersingkir, pencapaian ini dinilai sebagai progres. Timnas Basket 3×3 Putri sebelumnya belum pernah melangkah sejauh ini di ajang yang sama.
Pada partisipasi pertama di Asian Beach Games 2008, Indonesia menempati posisi kelima. Saat itu, mereka berada di posisi terakhir dari lima peserta.
Indonesia kala itu kalah dari Jepang, Thailand, Malaysia, dan India. Hasil tersebut membuat langkah mereka terhenti di fase grup.
Setelah edisi tersebut, Indonesia sempat absen di beberapa edisi berikutnya. Mereka tidak berpartisipasi pada edisi 2012, 2014, dan 2016.
Sementara itu, pada edisi 2010, cabang basket 3×3 tidak dipertandingkan. Hal ini membuat kesempatan tampil semakin terbatas.
Pelatih tim, Fandi Andika Ramadhani, menilai para pemain sudah tampil maksimal. Ia menyebut strategi permainan telah dijalankan sesuai rencana.
“Memang secara game plan sudah sesuai, tapi kendalanya di 1on1. Hadapi situasi ini, defense kita harus lebih dipertajam lagi,” terang Coach Rama.
Ia menambahkan bahwa aspek pertahanan menjadi catatan penting. Terutama dalam situasi menjaga pemain baik dengan maupun tanpa bola.
“Baik itu saat melakukan penjagaan ada bola maupun tanpa bola,” tukasnya.
Menurutnya, pertahanan tim sempat longgar saat menghadapi Taiwan. Kondisi itu dimanfaatkan lawan untuk mencetak poin dari luar.
“Beberapa kali tim lawan mampu melepaskan tembakan dari luar tanpa ada presure seperti kemarin. Situasi ini menjadi evaluasi penting kami agar para pemain lebih disiplin lagi saat hadapi pertandingan di ajang selanjutnya,” kata Coach Rama.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan publik Indonesia. Dukungan tersebut dinilai memberi semangat bagi para pemain di lapangan.
“Terima kasih atas dukungan dari masyarakat Indonesia. Kami mohon maaf karena tentunya semua pasti inginkan prestasi yang lebih dari ini. Namun para pemain sudah berjuang maksimal di lapangan. Kerja keras mereka patut diapresiasi,” tutupnya.