Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: instagram / @poldametrojaya) TODAYNEWS.ID – Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 1.810 personel untuk mengamankan malam takbiran dalam rangka menyambut perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah DKI Jakarta.
“Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan malam takbiran berlangsung aman, tertib dan kondusif,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Budi menjelaskan bahwa total personel tersebut terdiri dari 1.759 anggota Polda Metro Jaya serta tambahan 51 personel dari jajaran Polres.
Selanjutnya, ribuan personel itu disebar ke berbagai titik strategis yang telah dipetakan sebelumnya, dengan fokus utama di kawasan Monas, Bundaran HI, serta koridor Sudirman–Thamrin.
“Pergelaran personel dibagi ke dalam Sektor A Monas sebanyak 100 personel, Sektor B Monas sebanyak 274 personel, Sektor C Bundaran HI sebanyak 533 personel serta pengamanan kamseltibcarlantas sebanyak 903 personel,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa sejumlah titik yang menjadi fokus pengamanan meliputi Traffic Light (TL) Harmoni, Jalan Veteran, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Pospol Medan Merdeka Barat, Tenda Putih Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, TL Kebon Sirih dan TL Sarinah.
Polda Metro Jaya turut mengimbau masyarakat agar merayakan malam takbiran dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan.
“Masyarakat diharapkan tidak melakukan arak-arakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, tidak menyalakan petasan, tidak melakukan kebut-kebutan liar, serta tetap mematuhi arahan petugas di lapangan,” kata Budi.
Ia menambahkan bahwa pengamanan malam takbiran dilakukan melalui pendekatan preemtif, preventif, dan persuasif agar seluruh kegiatan berjalan aman, nyaman, dan lancar, sekaligus menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
“Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026,” kata Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (19/3).