TODAYNEWS.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 13 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari. Dalam operasi tersebut, Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri Praja juga turut diamankan oleh penyidik.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dari total 13 orang yang diamankan, sembilan di antaranya dibawa ke Gedung KPK di Jakarta. Mereka terdiri dari kepala daerah, aparatur sipil negara, dan pihak swasta.
“Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta pagi ini, satu Bupati, kemudian Wakil Bupati, dan juga, tiga orang lainnya dari ASN di wilayah Pemkab Rejang Lebong. Kemudian, empat orang lainnya adalah pihak swasta,” kata Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).
Budi menjelaskan penindakan dilakukan tim KPK di wilayah Rejang Lebong pada malam hari. Para pihak yang diamankan sempat menjalani pemeriksaan awal di kepolisian setempat.
Ia menyebut pemeriksaan awal dilakukan di dua lokasi berbeda. Lokasi tersebut berada di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu.
“Para pihak ini diamankan kemarin malam ya. Jadi dalam rangkaian peristiwanya, tim mengamankan di wilayah Rejang Lebong dan juga di wilayah Bengkulu, sehingga kemudian pemeriksaannya juga dilakukan di dua tempat yaitu di Polres Kepahiang dan di Polresta Bengkulu,” ungkapnya.
Budi menegaskan seluruh pihak yang diamankan saat ini masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
Muhammad Fikri Thobari diketahui merupakan putra daerah yang lahir di Baturaja pada 4 Februari 1981. Ia berasal dari keluarga birokrat dengan ayah bernama M. Thobari Muad.
Ayahnya pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama serta Wakil Ketua II DPRD Kepahiang. Latar belakang keluarga tersebut membuat Fikri dikenal di lingkungan birokrasi daerah.
Sebelum menjadi bupati, Fikri dikenal sebagai pengusaha properti. Ia menjalankan bisnis di bawah perusahaan PT Bukit Juvi Permata.
Selain di dunia usaha, Fikri juga aktif dalam organisasi pengusaha. Ia tercatat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Rejang Lebong sejak 2021 serta terlibat dalam Real Estate Indonesia (REI).
Dalam karier politiknya, Fikri merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN). Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Rejang Lebong.
Pada Pilkada 2024, Fikri maju sebagai calon bupati dengan dukungan koalisi yang dimotori PAN bersama PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Ia berpasangan dengan Hendri Praja sebagai calon wakil bupati.
Pasangan tersebut memenangkan Pilkada Rejang Lebong 2024 dengan perolehan 63.691 suara. Kemenangan itu sekaligus memperkuat posisi PAN sebagai salah satu kekuatan politik di wilayah Rejang Lebong.
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) per 7 Agustus 2024, Fikri memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp19,5 miliar. Nilai tersebut merupakan sisa dari total aset Rp32,4 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp12,9 miliar.