x

Menkeu Purbaya: Prospek Ekonomi Indonesia Tetap Cerah di Tengah Ketidakpastian Global

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Feb 2026 07:08 25 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan prospek ekonomi Indonesia masih cerah meski dihadapkan pada ketidakpastian global. Ia menegaskan kekuatan domestik menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Purbaya, pemerintah terus mendorong perekonomian melalui belanja fiskal yang dinilai cukup baik. Selain itu, sektor keuangan juga bergerak aktif dalam mendukung aktivitas ekonomi.

Perbaikan iklim investasi di dalam negeri turut menjadi faktor pendukung optimisme tersebut. Pemerintah disebut memanfaatkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan.

“Banyak yang bilang prospek enggak jelas karena global enggak jelas. Kalau saya bilang prospek kita akan selalu bagus walau global ancur-ancuran selama saya jaga domestic demand,” kata Purbaya.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian acara Metro TV Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity: Path to Global Impact. Acara tersebut digelar di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan salah satu kebijakan yang mendorong perbaikan ekonomi adalah penyaluran dana sebesar Rp200 triliun. Dana tersebut dikucurkan kepada Himbara dan perbankan.

Menurutnya, suntikan dana tersebut berdampak pada sisi permintaan dan penawaran. Kebijakan itu disebut menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian nasional.

“Masyarakat melihat kondisi ekonomi yang membaik itu menggambarkan daya beli masyarakat. Jadi siapa yang bilang demand enggak bisa ditumbuhkan dengan kebijakan? Ini bukti yang nyata,” ujar dia.

Purbaya menilai peningkatan daya beli masyarakat mencerminkan hasil kebijakan yang ditempuh pemerintah. Ia menekankan bahwa permintaan dapat didorong melalui langkah fiskal yang tepat.

Di sisi lain, ia menyampaikan kinerja manufaktur Indonesia tumbuh di atas 50. Angka tersebut menunjukkan kondisi ekspansif pada sektor industri.

Menurutnya, pemerintah menggunakan seluruh instrumen yang tersedia untuk menjaga momentum pertumbuhan. Kebijakan fiskal disebut berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi.

“Kalau demand naik, supply pasti ikutan naik. Jadi ini yang mematahkan. Justru tugas otoritas fiskal pemerintah adalah memastikan demand tumbuh dengan instrumen yang ada,” ungkap Purbaya.

Ia kembali menegaskan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai fondasi utama. Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah dinamika global.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 hours ago
15 hours ago
22 hours ago
2 days ago

LAINNYA
x
x