Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengunjungi latihan Persija Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Dok. Persija) TODAYNEWS.ID — PSSI memastikan Timnas Indonesia ambil bagian dalam ajang FIFA Series 2026 pada Maret mendatang. Turnamen ini akan diikuti tiga negara lain, yakni Saint Kitts and Nevis, Kepulauan Solomon, serta Bulgaria.
Pelatih Kepala Timnas Indonesia, John Herdman, menyebut rangkaian persiapan yang dijalani skuad Garuda sebagai fase awal yang krusial. Tahap ini dinilai penting untuk membangun arah baru tim nasional.
Herdman menekankan pentingnya penanaman pola pikir dan standar kerja sejak awal. Ia menilai fondasi tersebut akan menentukan identitas permainan Timnas Indonesia ke depan.
“Ini awal yang baik,” ujar Herdman dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia, Selasa (10/2/2026). “Kami mulai menetapkan pola pikir, standar, kerangka budaya, pendekatan taktik, serta kejelasan peran bagi para pemain,” sambungnya.
Menurut Herdman, FIFA Series menjadi panggung penting bagi pemain dengan level tertinggi. Ajang ini disebut ideal untuk menguji pemain yang berkiprah di kompetisi elite.
“Di turnamen seperti ini, Anda mengandalkan pemain level satu dan dua,” ucap Herdman. Ia merujuk pada pemain yang tampil di lima liga top Eropa maupun satu tingkat di bawahnya.
Herdman menyebut pemain dari liga-liga tersebut diharapkan mampu memberi dampak signifikan. Mereka dinilai memiliki kualitas untuk bersaing di level internasional.
“Itulah pemain yang Anda harapkan tampil di FIFA Series,” katanya. Ia menilai turnamen ini akan menjadi tolok ukur kesiapan individu pemain.
Selain itu, FIFA Series juga dipandang sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027. Kesempatan ini dinilai penting untuk memperluas kedalaman skuad.
“Menuju Piala Asia 2027, kesempatan ini memberi ruang bagi tim untuk berkembang dan membangun dasar yang kuat bagi negara,” tutur Herdman. Ia menekankan pentingnya proses jangka panjang.
Herdman juga membuka peluang bagi pemain lain di luar FIFA Series. Ia ingin memastikan seluruh potensi tetap terpantau.
“Ini juga menjadi momen bagi saya untuk melihat potensi pemain lain, termasuk mereka yang tidak terlibat langsung di FIFA Series agar tetap mendapatkan peluang,” ujarnya.
Menurut Herdman, FIFA Series akan memberinya gambaran jelas soal kesiapan pemain. Ia menilai turnamen ini menjadi seleksi alami menuju target besar.
“FIFA Series memberi saya sekelompok pemain yang siap bermain dan sangat bersemangat,” kata Herdman. Ia menyebut mereka ingin membuktikan diri layak masuk dalam proyek jangka panjang.
Herdman juga menilai evaluasi di level Asia memberikan perspektif yang objektif. Ia mengaku memiliki gambaran jelas tentang kualitas skuad saat ini.
“Saat menilai di level AFC, saya memiliki pandangan yang sangat jelas tentang pemain level satu, level dua, dan kedalaman tim,” ujarnya. Ia optimistis Indonesia bisa bersaing di papan atas Asia.
“Saya pikir kami bisa berada di peringkat empat atau lima di Asia dengan kualitas pemain yang kami miliki,” kata Herdman. Penilaian itu didasarkan pada komposisi pemain yang tersedia.
Selain itu, Herdman menyoroti kekuatan lini pertahanan Timnas Indonesia. Ia menilai karakter bertahan menjadi fondasi utama tim.
“Banyak pemain kami memiliki karakter bertahan yang kuat, sehingga memberi dasar pertahanan yang solid,” ucap Herdman. Ia menegaskan identitas tim harus dibangun dari kekuatan tersebut.
“Sebagai pelatih, Anda harus bekerja dengan apa yang Anda miliki, bukan dengan apa yang Anda bayangkan,” katanya. Herdman menegaskan seluruh proses harus dibangun bersama tanpa alasan soal bakat.