x

Rais Aam PBNU Tegaskan Pemberhentian Gus Yahya dan Siapkan Langkah Lanjutan Organisasi

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Nov 2025 12:48 2 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID – Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar kembali menegaskan pemberhentian Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam konferensi pers di kantor PWNU Jatim, Sabtu (29/11/2025).

Ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025.

Dalam konferensi pers itu, KH Miftachul Akhyar menyebut dukungan telah mengalir dari berbagai wilayah. “Sebanyak 36 PWNU yang hadir telah memahami dengan baik latar belakang keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU,” katanya.

Ia menambahkan bahwa seluruh PWNU yang hadir juga memberikan dukungan penuh kepada Rais Aam untuk menindaklanjuti keputusan tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan pers yang diterima NU Online.

Surat resmi PBNU kembali menegaskan status Gus Yahya setelah keputusan tersebut keluar. Surat itu menyatakan bahwa terhitung mulai 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, Gus Yahya tidak lagi menjadi Ketua Umum PBNU.

Keterangan resmi PBNU menyebutkan bahwa sejak waktu tersebut kepengurusan tertinggi berada sepenuhnya di tangan Rais Aam. “Dan sejak saat itu, kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” tulis pernyataan itu.

Dalam jumpa pers, KH Miftachul Akhyar memaparkan sejumlah poin terkait sikap resmi PBNU. Ia menyampaikan enam dari tujuh poin yang menjadi penegasan organisasi dalam menghadapi dinamika internal.

Poin pertama menegaskan bahwa alasan pemberhentian yang termuat dalam risalah rapat bersifat valid. Disebutkan bahwa tidak ada motif lain di luar yang tercantum dalam risalah rapat tersebut.

Poin kedua menyebutkan upaya PBNU untuk memastikan roda organisasi berjalan normal. PBNU berencana melaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat.

Poin ketiga menjelaskan sikap PBNU terhadap dinamika dan opini publik yang berkembang. Untuk itu, PBNU akan membentuk Tim Pencari Fakta dengan KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir sebagai pengarah.

Poin keempat menyebutkan langkah PBNU dalam menjaga kelancaran investigasi. Implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU diperintahkan untuk ditangguhkan sementara menunggu hasil penyelidikan.

Poin kelima menegaskan pentingnya kembali kepada nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ulama. PBNU mengajak seluruh pihak mengedepankan kepentingan bersama serta menjunjung kejujuran dalam bersikap.

Poin keenam berisi ajakan kepada warga NU untuk melakukan munajat bersama. KH Miftachul Akhyar berharap Allah SWT memberikan jalan keluar terbaik bagi organisasi.

Sebelumnya, Gus Yahya menyatakan tidak akan mundur dari jabatan yang diberikan Muktamar. “Karena saya mendapatkan amanat dari muktamar ini untuk lima tahun,” ujar Gus Yahya pada 22 November 2025.

Ia menegaskan siap menjalankan mandat tersebut hingga akhir masa jabatan. “Pada Muktamar yang Ke-34 yang lalu saya mendapatkan mandat lima tahun, dan akan saya jalani selama lima tahun,” ujarnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
5 hours ago
18 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x