Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menjadi narasumber dalam Business Coaching di Festival Imlek Nasional 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (23/02/2026). (Dok. Kemen Ekraf) TODAYNEWS.ID — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberikan pelatihan coaching business kepada pelaku usaha. Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian Festival Imlek Nasional 2026.
Pelatihan berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Agenda ini menjadi ruang penguatan kapasitas pelaku usaha.
Irene menyampaikan bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk pengembangan usaha kreatif. Ia menilai kekayaan budaya menjadi sumber ide yang tidak pernah habis.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar. Ide-idenya tidak pernah habis. Tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan tepat dan memberi makna pada setiap produk,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Kamis (26/2/2026).
Ia menekankan pentingnya pengemasan, storytelling, branding, dan manajemen usaha untuk meningkatkan daya saing. Menurutnya, produk harus memiliki makna agar lebih mudah diterima pasar.
Irene juga mengingatkan bahwa berbisnis membutuhkan kesiapan mental dan komitmen jangka panjang. Ia membandingkan bisnis dengan pekerjaan yang memiliki pendapatan rutin.
“Dalam bisnis, pemilik usaha sering kali menjadi pihak terakhir yang menikmati hasil setelah seluruh kewajiban operasional terpenuhi. Jadi sebelum memulai, tanya diri sendiri: siap atau tidak dengan jatuh bangunnya?” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan finansial. Keselarasan antara bisnis dan misi hidup pemiliknya juga menjadi faktor penting.
Dalam sesi diskusi, seorang pelaku F&B menanyakan strategi promosi produk di ruang publik festival. Irene menekankan transparansi informasi sebagai bentuk saling menghormati.
“Karena kita berada di ruang publik seperti festival ini, dan yang disajikan memang 100 persen halal, sampaikan itu dengan jelas sebagai bentuk saling menghormati. Produk seperti bapau gandum yang dijual dapat dikembangkan melalui pendekatan IP, diberi karakter dan cerita. Jangan hanya menjual produknya, tetapi bangun narasinya. Orang lebih mudah mengingat storytelling dibandingkan spesifikasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penataan booth yang strategis. Produk unggulan harus langsung terlihat dan disertai interaksi komunikatif dengan pengunjung.
Dari sisi manajemen, Irene meminta pelaku usaha memahami struktur biaya secara menyeluruh. Ia menyebut biaya produksi, waktu kerja, dan arus kas harus dihitung secara cermat.
“Banyak pelaku usaha yang belum menghitung waktu kerjanya sendiri sebagai bagian dari modal. Padahal itu penting untuk menentukan harga dan menghitung keuntungan secara sehat,” katanya.
Selain itu, ia mendorong pemanfaatan platform digital dan perluasan jejaring kolaborasi. Melalui coaching business ini, Kementerian Ekraf menegaskan komitmen membangun ekosistem usaha adaptif dan memperkuat ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth di tengah dinamika global.