Universitas Budi Luhur memperkuat program beasiswa atlet yang kini mencakup 11 cabang olahraga. TODAYNEWS.ID — Universitas Budi Luhur memperkuat program beasiswa atlet yang kini mencakup 11 cabang olahraga. Program pembinaan tersebut bahkan telah melahirkan atlet berprestasi internasional, termasuk Akhmad Khoirul Basith yang meraih emas di SEA Games 2025.
Rektor UBL Agus Setyo Budi menjelaskan bahwa program beasiswa atlet telah menjadi identitas utama kampus tersebut. Ia menyebut program itu sebagai salah satu maskot universitas.
“Beasiswa atlet ini jadi maskot kami. Sekarang cabang olahraganya sudah cukup lengkap, mulai dari bulu tangkis, pencak silat, bola voli, futsal, taekwondo, sepak bola, e-sport, bola basket, karate, panjat tebing, hingga panahan,” ujar Agus dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurut Agus, mahasiswa penerima beasiswa atlet dari UBL telah banyak berkontribusi terhadap prestasi olahraga Indonesia. Kontribusi tersebut terlihat di berbagai ajang nasional maupun internasional.
Salah satu contoh adalah prestasi yang diraih atlet panahan Akhmad Khoirul Basith. Ia berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada SEA Games 2025.
Selain berprestasi di tingkat internasional, mahasiswa UBL juga sering memperkuat kontingen DKI Jakarta di berbagai ajang olahraga nasional. Mereka kerap tampil dalam kompetisi seperti Pekan Olahraga Nasional.
“Kalau Provinsi DKI memerlukan atlet, misalnya untuk PON, biasanya mereka menghubungi Budi Luhur University untuk dimintakan kontribusi atletnya, tentunya melalui seleksi nasional,” jelas Agus.
UBL tidak hanya memberikan beasiswa pendidikan kepada para atlet. Kampus tersebut juga menyediakan fasilitas latihan olahraga untuk mendukung pengembangan kemampuan mahasiswa.
Salah satu fasilitas yang dimiliki adalah tempat latihan panahan di wilayah Bogor. Fasilitas tersebut juga dimanfaatkan oleh atlet panahan dari daerah setempat.
“Kami menyediakan sarana latihan baik di kampus maupun di tempat pemusatan latihan ketika mereka mengikuti training camp nasional. Dari sisi pembelajaran juga kami dukung,” kata Agus.
Selain panahan, cabang olahraga futsal dan bola basket di UBL juga cukup dikenal di kalangan pelajar. Popularitasnya terutama terlihat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“Kalau bertanya ke anak-anak SMA di Jakarta dan sekitarnya, futsal itu identik dengan Budi Luhur. Basket juga demikian karena kami aktif mengikuti liga dan kompetisi,” tutur Agus.
UBL juga terus mengembangkan pembinaan di berbagai cabang olahraga lain seperti bola voli, bulu tangkis, karate, taekwondo, dan pencak silat. Meski begitu, kampus tetap menempatkan prestasi akademik mahasiswa atlet sebagai prioritas.
“Visi kami adalah menciptakan generasi lulusan yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berbudi luhur. Generasi ini akan menjadi pemimpin masa depan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan tantangan global. Pendidikan berbasis globalisasi di UBL bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui berbagai program akademik, penelitian, serta kolaborasi internasional,” tutup Agus.