x

Trump Serang Paus Leo XIV, Kritik Sikap soal Iran dan Nuklir Picu Kontroversi

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Apr 2026 21:29 17 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV terkait sikapnya soal konflik Iran dan isu nuklir, memicu ketegangan antara politik dan otoritas keagamaan global.

Pernyataan ini muncul setelah Paus menyerukan penghentian perang dan menyinggung bahaya “khayalan kemahakuasaan” dalam konflik internasional.

Kritik tersebut disampaikan Trump melalui unggahan panjang di media sosial miliknya. Ia secara terbuka menyerang pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu dengan sejumlah pernyataan keras.

Trump menyebut Paus Leo XIV sebagai sosok yang lemah dalam menangani kejahatan. Ia juga menilai sikap Paus buruk terhadap kebijakan luar negeri.

Serangan ini tergolong tidak biasa karena menyasar kepala Gereja Katolik secara langsung. Kritik tersebut langsung menarik perhatian publik internasional.

Sebelumnya, Paus Leo XIV menyampaikan seruan agar perang di Iran segera diakhiri. Ia juga menyinggung bahwa konflik dipicu oleh “khayalan kemahakuasaan”.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, pernyataan Paus dianggap menyasar pihak-pihak tertentu. Termasuk pejabat yang membenarkan perang dengan dalih kekuatan militer dan agama.

Trump kemudian merespons dengan menyinggung isu nuklir Iran. Ia menegaskan ketidaksetujuannya terhadap pandangan yang dinilai memberi ruang bagi Iran.

“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dikutip Senin (13/4/2026).

Tidak berhenti di situ, Trump juga meminta Paus mengubah sikapnya. Ia menilai pemimpin Gereja tersebut terlalu terlibat dalam politik.

“Leo harus memperbaiki perilakunya sebagai Paus, menggunakan akal sehat, berhenti melayani kaum kiri radikal, dan fokus menjadi Paus yang hebat, bukan seorang politisi,” tambahnya.

Trump bahkan mengklaim memiliki peran dalam terpilihnya Paus Leo XIV. Ia menyebut Gereja memilih Paus kelahiran Amerika Serikat untuk menarik perhatian Gedung Putih.

“Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan,” kata Trump.

Pernyataan serupa juga ia sampaikan saat berbicara kepada wartawan. Momen itu terjadi di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, Amerika Serikat.

Dalam kesempatan tersebut, Trump kembali menegaskan sikapnya. Ia mengaku bukan penggemar Paus Leo XIV.

“Saya bukan penggemar berat Paus Leo. Dia adalah orang yang sangat liberal, dan dia adalah orang yang tidak percaya pada penghentian kejahatan,” kata Trump, seperti dimuat AFP.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
7 hours ago
9 hours ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x