x

Trump Minta Israel Kurangi Serangan ke Lebanon di Tengah Upaya Damai AS-Iran

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Apr 2026 16:19 22 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Presiden Donald Trump mengaku telah meminta Israel untuk mengurangi intensitas serangan ke Lebanon, di tengah upaya negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Pernyataan ini mencerminkan upaya meredam eskalasi konflik sekaligus menjaga peluang tercapainya kesepakatan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Trump menyampaikan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia berharap serangan yang terjadi dapat dikurangi dalam waktu dekat.

“Saya berbicara dengan Bibi dan dia akan mengurangi serangan. Saya hanya berpikir kita harus sedikit lebih mengurangi serangan,” kata Trump kepada NBC News.

Selain itu, Trump juga menyatakan optimisme terhadap proses diplomasi yang tengah berlangsung. Ia menilai peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran cukup besar.

Ia menyebut dirinya “sangat optimistis” terhadap kemungkinan tercapainya perdamaian. Pernyataan ini disampaikan di tengah dinamika konflik yang masih berlangsung.

Sebelumnya, Netanyahu mengungkapkan langkah diplomatik dari pihak Israel. Ia menginstruksikan kabinetnya untuk memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon.

Langkah tersebut bertujuan untuk melucuti senjata kelompok Hizbullah. Selain itu, pembicaraan juga diarahkan untuk membangun perdamaian antara kedua negara.

Di sisi lain, Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran. Kesepakatan itu disertai syarat pembukaan kembali jalur energi strategis.

Teheran disebut telah sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting distribusi energi global.

Setelah pengumuman tersebut, Iran menyatakan kesiapan untuk melanjutkan dialog. Pembicaraan direncanakan berlangsung di Islamabad.

Namun, situasi di lapangan masih memunculkan perbedaan tafsir. Serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Trump menegaskan bahwa konflik dengan Hizbullah berada di luar cakupan perjanjian. Hal ini memicu perbedaan pandangan dengan Iran.

Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan. Ketegangan pun kembali meningkat meski ada upaya diplomasi.

Konflik terbaru di kawasan ini dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu respons militer dari Teheran.

Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Selain itu, Iran juga membatasi lalu lintas di Selat Hormuz.

Langkah tersebut berdampak pada terganggunya pasokan energi global. Kondisi ini turut memicu lonjakan harga energi di berbagai negara.

Upaya meredam konflik kini terus dilakukan melalui jalur diplomasi. Namun, perbedaan kepentingan antar pihak masih menjadi tantangan utama dalam mencapai perdamaian.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
8 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x