x

Trump Klaim Tak Libatkan Pasukan Kurdi dalam Perang Melawan Iran

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Mar 2026 22:32 77 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dirinya telah meminta pasukan Kurdi untuk tidak terlibat dalam konflik militer melawan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu (7/3/2026) di dalam pesawat kepresidenan Air Force One saat dalam perjalanan kembali ke Florida setelah menghadiri upacara militer bagi enam tentara Amerika Serikat yang gugur dalam serangan balasan Iran.

“Kami sangat bersahabat dengan orang Kurdi, tetapi kami tidak ingin membuat perang ini menjadi lebih rumit dari yang sudah ada. Saya telah memutuskan itu, saya tidak ingin orang Kurdi masuk,” kata Trump seperti dikutip media The Straits Times.

Sebelumnya, militer Israel dilaporkan tengah berupaya membuka jalan bagi pasukan Kurdi untuk mengambil posisi di wilayah barat laut Iran. Langkah tersebut bertujuan mendorong kelompok Kurdi bersenjata bangkit melawan pemerintah di Teheran.

Trump mengatakan ia memiliki hubungan baik dengan kelompok Kurdi dan mereka telah menyampaikan kesediaan untuk ikut memasuki wilayah Iran.

“Namun saya benar-benar telah mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak ingin mereka masuk,” ujarnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, serangan udara dilaporkan menargetkan fasilitas militer serta aparat keamanan Iran di wilayah yang sebagian besar dihuni etnis Kurdi di dekat perbatasan Irak utara.

Wilayah tersebut memiliki sejarah panjang keterlibatan Amerika Serikat. Pada 1991, perlindungan udara AS di kawasan itu membantu terbentuknya pemerintahan Kurdi semi-otonom Irak yang berpusat di Erbil.

Selama ini, Amerika Serikat dan sekutunya kerap mengandalkan kelompok Kurdi—yang dikenal sebagai etnis terbesar di dunia tanpa negara sendiri—dalam berbagai konflik di kawasan Timur Tengah.

Namun, keterlibatan pasukan Kurdi dalam perang melawan Iran dikhawatirkan dapat memperluas konflik regional. Para pemimpin Kurdi di Irak dilaporkan masih berhati-hati untuk mengambil komitmen dalam konflik tersebut.

Pada 5 Maret, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani mengatakan bahwa Iran telah menyerang kelompok-kelompok Kurdi di Irak dan memperingatkan bahwa Teheran tidak akan menoleransi gerakan separatis.

Sementara itu, pemerintah Turki menyatakan bahwa organisasi yang mendorong separatisme Kurdi dapat mengancam stabilitas kawasan serta keutuhan wilayah negara-negara tetangga.

Pendiri sekaligus Presiden Middle East Research Institute yang berbasis di Erbil, Dlawer Ala’Aldeen, mengatakan beberapa faksi Kurdi memang tengah mempersiapkan kemungkinan operasi lintas batas ke Iran.

Namun, kelompok-kelompok tersebut masih terpecah dan belum memiliki kapasitas untuk secara langsung menantang negara Iran, meskipun mereka dapat menjadi titik tekanan di wilayah perbatasan.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

21 hours ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x