x

Trump Desak Iran untuk Menyerah, Klaim Mojtaba Khamenei Sudah Meninggal

waktu baca 3 menit
Minggu, 15 Mar 2026 19:00 28 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran harus menyerah untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Ia juga mengklaim mendengar kabar bahwa pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, kemungkinan telah meninggal dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara melalui telepon dengan NBC News. Ia menyebut jika Mojtaba Khamenei masih hidup, maka langkah terbaik bagi Iran adalah menyerah.

“Saya mendengar dia (Mojtaba) sudah meninggal, dan jika dia masih hidup, dia harus melakukan sesuatu yang sangat cerdas untuk negaranya, dan itu adalah menyerah,” kata Trump.

Trump juga mengaku belum dapat memastikan kondisi pemimpin Iran tersebut. Ia menyebut belum ada pihak yang dapat memberikan bukti mengenai keberadaan Mojtaba Khamenei.

“Saya tidak tahu apakah dia masih hidup. Sejauh ini, tidak ada yang bisa menunjukkannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Trump menyinggung kemungkinan negosiasi dengan Iran. Ia menyatakan Teheran disebut ingin melakukan kesepakatan, namun dirinya belum siap untuk menyetujuinya.

“Iran ingin membuat kesepakatan, dan saya tidak ingin membuatnya karena persyaratannya belum cukup baik,” kata Trump.

Sebelumnya Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat telah memberikan tekanan besar terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan saat operasi militer yang disebut Operasi Epic Fury masih berlangsung.

Menurut Trump, Amerika Serikat telah melemahkan Iran dari berbagai aspek. Ia menyebut tekanan tersebut terjadi di bidang militer maupun ekonomi.

“Amerika Serikat telah mengalahkan dan benar-benar menghancurkan Iran, baik secara militer, ekonomi, dan dalam segala hal lainnya,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social.

Trump juga menyoroti pentingnya keamanan jalur pelayaran global di kawasan Timur Tengah. Ia meminta negara-negara yang bergantung pada pengiriman minyak melalui Selat Hormuz ikut menjaga keamanan jalur tersebut.

“Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut, dan kami akan membantu — SANGAT!” tulisnya.

Ia menambahkan upaya menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut seharusnya dilakukan secara bersama-sama. Trump menilai langkah tersebut perlu melibatkan koalisi internasional.

“Ini seharusnya selalu menjadi upaya tim, dan sekarang akan menjadi demikian,” kata Trump.

Sementara itu, Gedung Putih merilis video yang menjelaskan tujuan utama Operasi Epic Fury. Kampanye tersebut disebut menargetkan jaringan pasukan proksi Iran di kawasan Timur Tengah.

Dalam video tersebut, Trump menyatakan operasi itu bertujuan mencegah kelompok militan yang didukung Iran mengacaukan stabilitas kawasan. Ia juga menegaskan operasi tersebut bertujuan melindungi pasukan Amerika Serikat.

“Kita akan memastikan bahwa proksi teroris di kawasan ini tidak lagi dapat mengacaukan kawasan atau dunia dan menyerang pasukan kita,” kata Trump.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan operasi tersebut dirancang untuk menghentikan rezim Iran menggunakan pasukan proksi. Menurutnya langkah itu bertujuan mencegah ancaman terhadap “dunia bebas”.

Selain itu, pejabat Amerika Serikat lainnya juga menyampaikan tujuan operasi tersebut. Utusan khusus AS Steve Witkoff menyatakan kampanye itu bertujuan menghancurkan kemampuan Iran dalam mendukung kelompok proksi di berbagai wilayah.

Operasi Epic Fury sendiri dilaporkan dimulai pada 28 Februari. Pemerintah Amerika Serikat menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari upaya menekan pengaruh Iran di Timur Tengah.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x