x

Tiga Pejabat OJK Mundur di Tengah Tekanan Pasar Modal

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Jan 2026 21:37 106 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyatakan mundur dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026).

Pengunduran diri itu diikuti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Inarno Djajadi dan Deputi Komisioner OJK I. B. Aditya Jayaantara.

Alasan pengunduran diri ketiga pejabat tersebut tidak diungkap secara rinci kepada publik. Mahendra hanya menyebut langkah itu sebagai “bentuk tanggung jawab moral.”

Menurut Mahendra, pengunduran diri tersebut diharapkan dapat mendorong proses pemulihan kondisi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pasar modal nasional. Langkah ini diambil di tengah tekanan yang sedang dihadapi pasar keuangan Indonesia.

Isu transparansi kepemilikan saham dan rendahnya porsi free float di BEI menjadi sorotan utama. Kondisi tersebut mendorong Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing saham Indonesia pada periode index review Februari 2026.

Keputusan MSCI itu dipandang sebagai sinyal peringatan terhadap kredibilitas dan tingkat investabilitas pasar modal Indonesia. Sejumlah analis menilai kebijakan tersebut berdampak serius terhadap persepsi investor global.

Pengurangan bobot saham Indonesia di Indeks MSCI Emerging Markets dinilai berpotensi memicu arus keluar dana asing. Nilainya diperkirakan bisa mencapai lebih dari USD 2 miliar.

Merespons situasi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami dua kali trading halt. Penghentian sementara perdagangan terjadi selama dua hari berturut-turut pada 28 dan 29 Januari 2026.

Kondisi itu mendorong BEI dan OJK mempercepat penyesuaian terhadap standar internasional MSCI. Langkah tersebut ditargetkan rampung sebelum pengumuman indeks MSCI pada Mei mendatang.

BEI dan OJK menyatakan reformasi pasar modal mendapat dukungan lintas kementerian. Dukungan itu disebut berasal dari Badan Pengelola BUMN serta BPI Danantara.

OJK juga menegaskan komitmennya untuk berkoordinasi intensif dengan BEI dan MSCI. Bahkan, otoritas pengawas itu menyatakan akan “berkantor sementara” di gedung bursa.

Namun, pada hari pertama berkantor di lokasi tersebut, tiga pejabat OJK justru mengajukan pengunduran diri. Langkah ini menyusul mundurnya Direktur Utama BEI Iman Rachman pada pagi hari yang sama.

“OJK menegaskan bahwa proses pengunduran diri ini tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional,” jelas OJK dalam keterangan resminya.

Di sisi lain, pelaku pasar menilai pemulihan kepercayaan membutuhkan figur senior yang berpengalaman. “Turunkan veteran pasar modal untuk mengembalikan kredibilitas pasar,” kata seorang pelaku pasar modal.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x