x

Tekan Risiko Cuaca Ekstrem, BMKG dan BPBD Jatim Gelar OMC

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Mar 2026 23:35 20 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengamankan momentum lebaran dari ancaman cuaca ekstrem.

Langkah tersebut dilakukan usia Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan dink terkait potensj cuaca ekstrem periode 11–20 Maret 2026, untuk wilayah Jawa Timur.

Potensi cuaca ekstrem tersebut berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas masyarakat, termasuk pada periode arus mudik Lebaran 2026.

Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi aktif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dengan melakukan modifikasi cuaca.

Operasi yang berpusat di Posko Lanudal Juanda ini berlangsung sejak 16 hingga 25 Maret 2026 dengan fokus mengendalikan intensitas curah hujan di wilayah rawan bencana.

Supervisi BMKG, Alif Kurniawan, menjelaskan bahwa hingga kemarin, tim gabungan telah melakukan 7 sorti penerbangan dengan total durasi 14 jam 1 menit selama tiga hari pertama pelaksanaan (16–18 Maret).

Dalam operasi tersebut, sebanyak 6.800 kg bahan semai digunakan, terdiri dari 1.000 kg NaCl dan 5.800 kg CaO yang disemaikan ke awan potensial di langit Jawa Timur.

“Langkah aktif ini terbukti efektif menurunkan rata-rata curah hujan hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal tanpa intervensi,” ujar Alif, pada Jumat (20/3/2026).

Evaluasi sementara juga menunjukkan hasil signifikan, di mana kejadian hujan lebat menurun hingga sekitar 70 persen, sementara hujan sangat lebat berkurang sekitar 25 persen.

Distribusi hujan kini lebih terkendali dan bergeser menjadi kategori ringan sehingga mengurangi risiko gangguan pada jalur mudik.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang meninjau langsung kesiapan personel dan armada di Posko OMC Lanudal Juanda, mengapresiasi keberhasilan tim dalam menerapkan teknologi modifikasi cuaca sebagai langkah mitigasi.

“Hasil yang dicapai menjadi bukti nyata efektivitas intervensi berbasis sains dalam melindungi masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BMKG terus mengimbau masyarakat, khususnya para pemudik, untuk tetap waspada dan aktif memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi.

Sinergi antara pemerintah dan kesiapsiagaan masyarakat diharapkan mampu menjamin keamanan serta kenyamanan selama perayaan Idulfitri 1447 H.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x