Dan pak serangan rudal Iran di wilayah Israel. Foto: Tasnim TODAYNEWS.ID — Pemerintah Korea Selatan melarang warganya bepergian ke Iran menyusul memburuknya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Kebijakan tersebut diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Kamis.
Larangan perjalanan tersebut akan mulai berlaku pada 5 Maret pukul 18.00 waktu setempat. Pemerintah Korea Selatan menetapkan peringatan Level 4, yang berarti larangan perjalanan total ke seluruh wilayah Iran.
Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan situasi keamanan yang dinilai semakin memburuk. Pemerintah menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga Korea Selatan.
“Karena memburuknya situasi di Timur Tengah, keselamatan warga negara kita saat berkunjung atau tinggal di Iran menimbulkan kekhawatiran yang sangat serius,” kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, mengutip dari Sputnik, Kamis (5/3/2026).
Sebelumnya pemerintah Korea Selatan telah menerapkan peringatan perjalanan Level 3 untuk wilayah Iran. Status tersebut berisi rekomendasi bagi warga negara agar meninggalkan negara tersebut.
Dengan peningkatan status menjadi Level 4, Iran kini secara resmi dikategorikan sebagai negara yang dilarang dikunjungi oleh warga Korea Selatan. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh wilayah negara tersebut.
Warga Korea Selatan yang ingin tetap bepergian ke Iran diwajibkan memperoleh izin khusus. Izin tersebut berkaitan dengan penggunaan paspor untuk perjalanan ke negara yang dilarang.
Pemerintah juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum bagi pelanggar aturan tersebut. Warga yang melanggar larangan dapat dikenai sanksi berdasarkan undang-undang paspor Korea Selatan.
“Kami meminta warga yang berencana melakukan perjalanan ke wilayah ini untuk membatalkan perjalanan mereka, dan mereka yang saat ini berada di sana untuk meninggalkan negara ini,” kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan juga menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Langkah-langkah tambahan akan diambil jika diperlukan untuk melindungi warga negaranya.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan mengenai beberapa wilayah termasuk ibu kota Teheran.
Serangan itu disebut menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Situasi tersebut turut memperburuk kondisi keamanan di kawasan.
Sebagai respons, Iran dilaporkan melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Ketegangan tersebut menjadi latar belakang meningkatnya kewaspadaan berbagai negara terhadap keselamatan warganya di kawasan tersebut.