x

Satu Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Ditemukan

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Jan 2026 15:13 24 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID – Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban tersebut ditemukan di lereng gunung dan saat ini tengah dievakuasi menuju posko SAR.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyebut penemuan ini menjadi perkembangan penting dalam operasi pencarian. Ia mengatakan korban ditemukan setelah tim SAR mengevakuasi sejumlah serpihan pesawat.

“Hari ini ada kabar gembira, tim kita selain berhasil mengevakuasi beberapa puing pesawat, rupanya tadi sudah ditemukan satu korban,” ujar Bangun Nawoko di Posko SAR Desa Tompobulu, Minggu (18/1/2026).

Bangun Nawoko belum mengonfirmasi kondisi korban yang ditemukan. Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah proses evakuasi dari medan yang sulit.

“Kondisi korban kita belum menyampaikan di sini yang jelas ini butuh effort yang cukup keras karena memang kondisinya luar biasa,” kata Bangun Nawoko.

Ia menambahkan korban tengah diupayakan untuk dievakuasi menuju Posko AJU Tompobulu. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat medan yang terjal.

“Dan sekarang sudah berupaya untuk kita evakuasi ke Posko AJU di Tompobulu ini,” ujarnya.

Menurut Bangun Nawoko, lokasi korban tidak jauh dari titik ditemukannya serpihan pesawat. Posisi korban berada di area lereng gunung.

“Sebelah utara dari puncak, ini yang di jurang, hampir berdekatan lokasi serpihan pesawat,” jelas Bangun Nawoko.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan titik koordinat jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung. Serpihan pesawat ditemukan di area pegunungan pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar, salah satu puing ditemukan pada koordinat 4°55’44,503″ LS dan 119°44’50,127″ BT. Lokasi tersebut berada di ketinggian sekitar 1.393 meter di atas permukaan laut.

Serpihan lain ditemukan tidak jauh dari titik pertama. Puing tersebut berada pada koordinat 4°55’44,37″ LS dan 119°44’50,008″ BT dengan ketinggian 1.389 meter.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan serpihan pertama ditemukan pada pukul 07.46 Wita. Temuan awal berupa bagian jendela pesawat berukuran kecil.

Tiga menit berselang, tim SAR menemukan bagian badan pesawat berukuran lebih besar. Penemuan tersebut terjadi pada pukul 07.49 Wita di sekitar lereng lokasi kejadian.

“Pada pukul 07.52 WITA, tim kembali memperoleh informasi bahwa bagian pundak pesawat telah terbuka serta ditemukan bagian ekor pesawat,” ujar Arif. Ia menyebut ekor pesawat berada di sisi selatan lereng bawah lokasi kejadian.

Arif menambahkan penemuan serpihan menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian korban. “Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian,” ucapnya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
5 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

LAINNYA
x
x