x

Rusia Ungkap Alasan Belum Kirim Senjata ke Iran Saat Konflik dengan AS dan Israel

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Mar 2026 16:03 37 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah Rusia mengungkap alasan di balik tidak adanya dukungan suplai senjata kepada Iran ketika negara itu terlibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Moskow menegaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan langsung dengan tidak adanya permintaan resmi dari Teheran.

Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan pengiriman persenjataan ke Iran.

Ia menegaskan bahwa Rusia tidak pernah menerima permintaan bantuan militer selama konflik berlangsung.

“Dalam hal ini, tidak ada permintaan dari pihak Iran. Posisi konsisten kami diketahui secara umum dan tidak ada perubahan dalam hal ini,” kata Peskov, mengutip dari CNN, Jumat (6/3/2026).

Peskov menyebut Rusia menghormati keputusan Iran yang tidak meminta bantuan senjata. Menurutnya, sikap tersebut tidak akan memengaruhi hubungan kedua negara yang telah terjalin erat.

Hubungan strategis antara Rusia dan Iran sendiri telah diperkuat melalui kesepakatan jangka panjang. Tahun lalu, kedua negara menyepakati kemitraan strategis selama 20 tahun ke depan.

Kerja sama itu juga mencakup sektor energi, termasuk pembangunan fasilitas nuklir. Rusia saat ini sedang membangun dua fasilitas nuklir baru di Bushehr, lokasi satu-satunya pembangkit tenaga nuklir Iran.

Di sisi lain, hubungan militer kedua negara juga terlihat dalam kerja sama persenjataan. Iran diketahui memasok drone kamikaze Shahed drone kepada Rusia.

Drone tersebut digunakan Rusia dalam operasi militernya melawan Ukraina. Pasokan itu menjadi salah satu bentuk dukungan Teheran kepada Moskow dalam konflik yang sedang berlangsung.

Sejumlah pengamat menilai Rusia tidak aktif membantu Iran karena masih fokus pada perang di Ukraina. Konflik yang berlangsung lama dinilai telah menyedot sumber daya militer Moskow.

Kepala ahli strategi geopolitik di BCA Research, Matt Gerken, menilai perang berkepanjangan membuat Rusia kesulitan memperluas pengaruh militernya. Ia menyebut kemampuan Rusia untuk memproyeksikan kekuatan di luar wilayahnya semakin terbatas.

Menurut Gerken, militer Rusia saat ini menghadapi tekanan besar akibat konflik yang terus berjalan. Perekonomian negara itu juga terus berada di bawah tekanan sanksi dari negara-negara Barat.

Kondisi tersebut dinilai berdampak pada berkurangnya pengaruh Moskow di kawasan Timur Tengah. Situasi ini membuat Rusia lebih berhati-hati dalam mengambil langkah strategis di kawasan tersebut.

Presiden Transversal Consulting, Ellen Wald, menilai Rusia justru diuntungkan oleh situasi geopolitik yang terjadi saat ini.

“Putin jelas senang dengan situasi ini, menurut saya, meskipun setelah masalah ini terselesaikan, Trump pasti akan mengalihkan perhatian berikutnya ke Putin,” ujar Wald, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x