x

Putri Kusuma Wardani Raih Runner-up Swiss Open 2026 Usai Dikalahkan Supanida Katethong

waktu baca 3 menit
Minggu, 15 Mar 2026 21:30 24 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani harus puas finis sebagai runner-up dalam ajang Swiss Open 2026. Ia kalah dari wakil Thailand Supanida Katethong pada partai final.

Pertandingan final berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Minggu (15/3/2026). Dalam laga tersebut Putri harus menyerah dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 15-21.

Putri tampil sebagai unggulan pertama dalam turnamen tersebut. Namun ia tidak mampu mengatasi permainan Supanida yang tampil lebih efektif sepanjang pertandingan.

Kekalahan tersebut juga membuat rekor pertemuan Putri dengan Supanida kembali berpihak kepada wakil Thailand. Hasil itu menambah catatan kemenangan Supanida atas pebulu tangkis Indonesia tersebut.

Putri mengakui dirinya kesulitan mengembangkan permainan saat menghadapi tekanan dari lawan. Menurutnya strategi yang diterapkan Supanida berhasil meredam agresivitasnya di lapangan.

“Pertemuan terakhir di SEA Games saya kalah, jadi di sini saya dari awal berpikir pengen main terbaik, bisa mengeluarkan semuanya tapi ternyata di lapangan saya merasa under pressure,” ujar Putri seusai pertandingan.

Ia menilai Supanida menerapkan strategi yang tepat sepanjang pertandingan. Permainan lawan dinilai mampu membatasi pola serangan yang biasa ia gunakan.

“Supanida menurut saya menggunakan strategi yang pas dengan terus membatasi bola atas dan mempercepat tempo,” kata Putri.

Meski gagal meraih gelar juara, Putri tetap bersyukur dapat mencapai partai final. Namun ia mengaku kurang puas karena merasa tidak mampu mengeluarkan permainan terbaiknya.

“Sebenarnya tetap bersyukur bisa naik ke podium runner-up, tapi yang disayangkan permainan saya tidak keluar dan kurang puas dengan main hari ini,” ujarnya.

Putri menilai dua pekan turnamen yang dijalaninya memberikan banyak pelajaran. Ia mendapatkan pengalaman menghadapi sejumlah pemain papan atas dunia.

Menurutnya pertandingan melawan pemain kelas dunia memberikan perspektif baru dalam memahami gaya permainan lawan. Hal tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas permainan.

“Dua minggu ini pasti dapat pengalaman dari semua pemain. Supanida sempat di top 10, jadi cara main mereka juga berbeda,” kata Putri.

Ia juga menyebut pengalaman menghadapi pemain top lainnya memberi banyak pelajaran. Salah satunya ketika menghadapi An Se Young yang dikenal memiliki permainan kuat.

“Saya bisa belajar juga bagaimana mengatasi permainan seperti An Se Young yang kuat atau Supanida yang mempunyai serangan yang baik,” ujarnya.

Putri menyadari masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki untuk bersaing di level tertinggi. Ia menilai peningkatan harus dilakukan pada berbagai sisi permainan.

Menurutnya peningkatan tersebut mencakup kondisi fisik, teknik, hingga faktor nonteknis. Fokus dan ketahanan mental menjadi hal penting yang harus diperkuat.

“Kalau untuk keseluruhan saya harus lebih kuat lagi. Dari fisik, dari teknik juga, nonteknisnya juga,” kata Putri.

Ia menambahkan kemampuan mengatasi tekanan saat bertanding menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki. Hal itu dinilai penting agar dapat tampil konsisten di level kompetisi dunia.

“Apalagi kayak dari fokus dan kemampuan keluar dari tekanan setiap bermain,” tutup Putri.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x