x

Prabowo Tekankan Ketahanan Nasional dan Persatuan di Tengah Gejolak Global

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Okt 2026 09:17 27

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah memperkuat ketahanan nasional dan menjaga kekayaan sumber daya alam Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia. Menurutnya, kepentingan rakyat harus menjadi dasar utama dalam setiap kebijakan negara.

Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna bertajuk 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dalam pengantarnya, Prabowo menggambarkan situasi saat ini sebagai kondisi yang menuntut Indonesia mampu bertahan sekaligus melindungi kekayaan nasional. Ia mengibaratkan sumber daya alam sebagai darah yang menopang kehidupan sebuah negara.

“Kita sekarang berada dalam kondisi harus survival, kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita. Kekayaan kita, sumber alam kita itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, tantangan global bukan hanya dihadapi Indonesia, melainkan juga berbagai negara lainnya. Kondisi tersebut mengharuskan pemerintah memperkuat kepentingan nasional dan memastikan kebijakan yang diambil tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam hubungan internasional, Prabowo kembali menegaskan bahwa Indonesia akan mempertahankan politik luar negeri yang bebas aktif, menjalin persahabatan dengan berbagai negara, serta tidak mengikatkan diri pada blok kekuatan tertentu.

“Saya sudah sampaikan, garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ujarnya.

Menurut Prabowo, prinsip membangun hubungan baik dengan negara lain telah menjadi bagian dari pendekatan diplomatiknya, termasuk ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ia menilai kerja sama dengan negara-negara tetangga perlu terus diperkuat. Namun, hubungan tersebut harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan prinsip yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Kita tidak mau ikut blok manapun. Kita tidak mau ikut pakta-pakta militer manapun. Kita hormati, kita tidak mau terlibat. Tapi kita sesuai dengan undang-undang dasar kita, kita anti-imperialisme. Kita anti penjajahan,” tutur Prabowo.

Politik Nasional Harus Berpihak pada Rakyat

Selain menguraikan arah diplomasi Indonesia, Prabowo menekankan pentingnya menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. Ia berpandangan, situasi dunia yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama antar komponen nasional untuk menghadapi persoalan yang saling berkaitan.

Presiden juga mengingatkan bahwa persoalan politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan tidak dapat ditangani secara terpisah. Karena itu, ia mendorong perubahan perspektif, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi, agar mampu menghasilkan pemimpin dan akademisi dengan pemahaman lintas bidang.

“Politik, ekonomi, sosial, pertahanan tidak bisa dipisah-pisahkan,” ucapnya.

Prabowo menilai tekanan terhadap tatanan internasional semakin memperlihatkan pentingnya kemampuan negara dalam menjaga kekuatan dan daya tahannya. Bagi Indonesia, upaya tersebut harus ditopang oleh persatuan nasional dan kesediaan seluruh elemen bangsa untuk bekerja bersama.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa persatuan bukan berarti meniadakan perbedaan pandangan. Dalam kehidupan demokrasi, kompetisi politik, kritik, dan koreksi terhadap pemerintah tetap diperlukan sebagai bagian dari proses bernegara.

Prabowo mengingatkan agar dinamika politik tersebut tidak berkembang menjadi faktor yang merusak keutuhan bangsa.

“Perbedaan bagus, kompetisi perlu, saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan,” pungkasnya.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA