x

Prabowo Soroti Dampak Perang terhadap Harga BBM dan Pangan

waktu baca 3 menit
Selasa, 10 Mar 2026 05:39 17 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Presiden Prabowo Subianto menyoroti dampak konflik global terhadap harga energi dan pangan. Ia menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat perang berpotensi mempengaruhi harga pangan di berbagai negara.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 218 jembatan secara virtual. Acara itu disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (9/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai kondisi dunia saat ini dipenuhi dinamika yang berbahaya. Ia menyoroti berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan.

“Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyinggung konflik besar yang sebelumnya terjadi di kawasan Eropa. Menurutnya, perang tersebut memperlihatkan bagaimana konflik di satu wilayah dapat mempengaruhi wilayah lain.

“Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena,” ujarnya.

Menurut Prabowo, meskipun Indonesia berada jauh secara geografis dari wilayah konflik, dampaknya tetap dapat dirasakan. Ia menilai dunia saat ini semakin terhubung satu sama lain.

“Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain,” sambungnya.

Di tengah kondisi tersebut, Prabowo mengatakan Indonesia patut bersyukur karena hampir mencapai swasembada pangan. Ia menilai capaian itu penting untuk menjaga ketahanan nasional.

“Dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita swasembada hampir kita capai swasembada pangan,” kata Prabowo.

Presiden menyebut Indonesia telah mencapai swasembada beras sebagai makanan pokok masyarakat. Ia juga optimistis kebutuhan protein nasional akan segera terpenuhi.

“Kita sudah sampai swasembada beras di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita,” tuturnya.

Menurut Prabowo, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan akan membuat Indonesia lebih siap menghadapi krisis global. Ia menilai kondisi tersebut dapat menjaga stabilitas dalam negeri.

“Apa pun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan,” ujarnya.

Selain pangan, Prabowo juga menyinggung pentingnya swasembada energi. Ia mengatakan upaya untuk memenuhi kebutuhan BBM secara mandiri telah lama diperjuangkan.

“Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Dan kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri,” jelasnya.

Prabowo menambahkan Indonesia memiliki potensi energi yang berasal dari berbagai tanaman. Ia menyebut sumber energi dapat dihasilkan dari kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu.

Di bidang politik luar negeri, Prabowo menegaskan Indonesia tetap memegang prinsip bebas aktif. Ia mengatakan Indonesia tidak memihak kepada blok atau kekuatan mana pun.

“Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun,” jelas Prabowo.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x