x

Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca Hadapi El Nino 2026

waktu baca 2 menit
Minggu, 24 Mei 2026 16:50 54 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan BMKG untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino 2026. Langkah tersebut dilakukan karena El Nino diperkirakan berlangsung bersamaan dengan musim kemarau di Indonesia.

BMKG memprediksi fenomena El Nino mulai melanda Indonesia pada Juni 2026. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga Maret atau Mei 2027.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fatani, mengatakan arahan Presiden Prabowo diberikan untuk mengurangi dampak musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dan lebih kering. Pemerintah pun mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi sejak dini.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada BMKG agar memperkuat operasi modifikasi cuaca sehingga kita dapat mengantisipasi kemarau yang bersamaan dengan El Nino sebaik mungkin,” kata Faisal di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Faisal, operasi modifikasi cuaca akan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia. Fokus utama langkah tersebut adalah menjaga ketersediaan air selama musim kemarau berlangsung.

Pemerintah berupaya memastikan pasokan air tetap tersedia di waduk, embung, dan kawasan tangkapan air. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi dampak kekeringan pada sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat.

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026. Pada periode tersebut, suhu udara diprediksi lebih panas dibanding rata-rata kondisi dalam tiga dekade terakhir.

Kondisi El Nino yang muncul bersamaan dengan kemarau dinilai berpotensi memperburuk situasi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG mewaspadai meningkatnya risiko kekeringan di berbagai daerah.

“El Nino dapat menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering,” ujar Faisal.

Selain kekeringan, BMKG juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Risiko tersebut dinilai tinggi di wilayah yang memiliki kawasan gambut luas.

Faisal mengatakan terdapat enam provinsi yang menjadi fokus pengendalian karhutla. Wilayah tersebut berada di kawasan Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Terdapat enam provinsi yang menjadi fokus pengendalian karhutla, di antaranya Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan,” kata Faisal.

Saat ini, pemerintah bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mulai memetakan hotspot di wilayah rawan kebakaran. BMKG juga memanfaatkan data kondisi air tanah di lahan gambut untuk menentukan waktu pelaksanaan operasi modifikasi cuaca guna menjaga kelembapan lahan dan menekan risiko karhutla.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
12 hours ago
12 hours ago
2 days ago
3 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x