Surat Wasiat Bocah 10 tahun di NTT. (Dok. Polres Ngada) TODAYNEWS.ID – Polres Ngada menghentikan penyelidikan kasus siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis sekolah.
Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil gelar perkara tidak ditemukan unsur tindak pidana.
“Kematian seseorang (YBR) bukan akibat tindak pidana, murni bunuh diri. Tidak ada bully, dan lain-lain,” jelas Kapolres.
Selain itu, Andrey memastikan kematian siswa tersebut tidak ada bekas kekerasan.
“Tidak ada tanda kematian akibat kekerasan ataupun lainnya,” ujarnya.
Kendati begitu, polisi belum bisa memastikan motif anak tersebut bunuh diri. Polisi mengungkapakan, anak tersebut hidup di keluarga yang tidak mampu.
“Kalau motif sesungguhnya belum dapat dipastikan karena korban sudah tidak ada,” tegas Andrey
Peristiwa tragis ini bermula ketika YBS meminta ibunya, MGT, untuk membeli buku dan pena. Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Berdasarkan penyelidikan Polres Ngada, YBS sempat menulis surat perpisahan dalam bahasa daerah Ngada. Dalam surat itu, ia meminta sang ibu merelakan kepergiannya dan tidak menangis.