x

Pesawat ATR 42-500 Dinyatakan Laik Terbang sebelum Hilang Kontak di Makassar

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Jan 2026 10:54 23 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyatakan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT memenuhi persyaratan kelaikudaraan.

Pernyataan itu disampaikan berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi yang telah dilakukan.

“Berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan,” kata Lukman dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).

Ia menegaskan hasil tersebut berasal dari proses pemeriksaan yang sesuai ketentuan. Pesawat ATR 42-500 PK-THT diketahui dioperasikan oleh Indonesia Air Transport. Pesawat tersebut melayani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Kontak dengan pesawat dilaporkan hilang saat bersiap melakukan pendaratan. Peristiwa itu terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Kementerian Perhubungan mencatat pemeriksaan kelaikudaraan terakhir dilakukan melalui ramp check. Pemeriksaan tersebut berlangsung pada 19 November 2025.

Ramp check dilaksanakan di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Inspeksi dilakukan oleh Inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado.

Selain itu, pesawat juga menjalani inspeksi perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan atau Certificate of Airworthiness. Inspeksi tersebut dilakukan pada 3 September 2025.

Pemeriksaan terakhir oleh operator Indonesia Air Transport tercatat pada 25 Desember 2025. Pemeriksaan dilakukan sesuai program perawatan Calendar Month 4.5 MO.

Pada saat pemeriksaan, total waktu terbang pesawat mencapai 24.959,62 flight hours. Seluruh tahapan perawatan dilaporkan berjalan sesuai prosedur.

“Data tersebut menunjukkan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Lukman. Ia menegaskan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan.

Kejadian hilang kontak dilaporkan terjadi di luar area bandara. Meski demikian, operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tetap berjalan normal.

Tim SAR Gabungan bersama TNI Angkatan Udara, Basarnas, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi langsung bergerak melakukan pencarian. TNI AU mengerahkan pesawat tanpa awak sejak pukul 06.15 WITA.

Pencarian udara kemudian dilanjutkan dengan penggunaan helikopter TNI AU. Upaya tersebut dilakukan untuk menjangkau area yang sulit diakses.

“Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilaksanakan oleh Basarnas bersama unsur gabungan TNI/Polri serta dukungan masyarakat setempat,” kata Lukman. Ia juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait dukungan di lapangan.

“Basarnas juga telah mendirikan Posko Topo Bulu yang berjarak sekitar 4,6 kilometer dari lokasi kecelakaan,” tegas dia. Posko tersebut digunakan sebagai pusat koordinasi pencarian dan evakuasi.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
16 hours ago
21 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x