x

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Jadi Pukulan Telak bagi AS dan Israel

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Mar 2026 09:42 63 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Majelis Ahli Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Senin (9/3/2026). Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Penunjukan tersebut terjadi sekitar sepekan setelah kematian Ali Khamenei pada 28 Februari lalu. Serangan militer itu menargetkan Teheran dan menewaskan pemimpin tertinggi Iran yang berusia 86 tahun.

Kematian Khamenei semula dipandang sebagai langkah besar dalam upaya mengguncang kepemimpinan Republik Islam Iran. Namun perkembangan terbaru justru menunjukkan struktur kekuasaan di negara itu tetap bertahan.

Sejumlah pengamat menilai hasil operasi militer tersebut tidak memberi keuntungan signifikan bagi Washington maupun Tel Aviv. Bahkan, penggantian kepemimpinan yang cepat dinilai menjadi sinyal bahwa sistem politik Iran tetap stabil.

Peneliti senior di Middle East Institute, Alex Vatanka, menyebut situasi tersebut sebagai pukulan simbolis bagi Amerika Serikat dan Israel. Ia menilai tujuan perubahan rezim di Iran tidak tercapai.

Vatanka menilai operasi militer besar yang dilakukan kedua negara berujung pada hasil yang jauh dari harapan. Iran justru segera mengumumkan pemimpin baru yang masih berasal dari lingkaran keluarga Khamenei.

“Merupakan penghinaan besar bagi Amerika Serikat untuk melakukan operasi sebesar ini, mengambil risiko sebesar itu, dan akhirnya menewaskan seorang pria berusia 86 tahun, hanya untuk kemudian digantikan oleh putranya yang juga berhaluan keras,” kata Vatanka, seperti dikutip Reuters.

Serangan pada 28 Februari itu menjadi pemicu eskalasi besar di kawasan Timur Tengah. Iran kemudian melancarkan balasan yang memperbesar risiko konflik regional.

Amerika Serikat mengerahkan dua kapal induk dalam operasi militernya di sekitar wilayah Iran. Washington bahkan mempertimbangkan pengiriman kapal induk ketiga untuk memperkuat pertahanan militernya.

Penggunaan kapal induk dan berbagai aset militer disebut membutuhkan biaya besar. Aset tersebut juga dikerahkan untuk menghadapi drone Iran yang nilainya jauh lebih murah.

Di tengah ketegangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat melontarkan komentar terhadap Mojtaba Khamenei. Ia sebelumnya mengejek putra Khamenei itu sebagai sosok yang “enteng”.

Trump juga sempat menyiratkan bahwa Washington memiliki pengaruh dalam proses suksesi kepemimpinan Iran. Ia menyampaikan pernyataan itu sebelum keputusan resmi diumumkan.

“Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” katanya kepada ABC News sebelum pengumuman itu dibuat. Sementara itu, militer Israel memperingatkan setiap penerus Khamenei bahwa Tel Aviv “tidak akan ragu untuk menargetkan Anda”.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

21 hours ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x