x

Pengamat Nilai Peluang Cak Imin Dampingi Prabowo di Periode Kedua Masih Berat

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 13:02 24 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pengamat politik Ujang Komarudin menilai peluang Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada periode kedua tergolong sulit.

Penilaian itu disampaikan saat menanggapi dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada Prabowo untuk kembali maju sebagai presiden.

Ujang menyebut dukungan PKB mencerminkan pandangan Cak Imin terhadap kekuatan Prabowo sebagai petahana. Menurutnya, posisi Prabowo dinilai sangat kuat untuk kembali memenangkan pemilihan presiden.

Meski demikian, Ujang menegaskan posisi wakil presiden masih sangat dinamis. Ia menilai belum ada kepastian siapa sosok yang akan mendampingi Prabowo pada Pilpres mendatang.

Menurut Ujang, sejarah politik Indonesia menunjukkan pasangan presiden bisa berubah pada periode kedua. Pergantian wakil presiden dinilai sebagai hal yang lumrah dalam tradisi politik nasional.

“Nah kalau soal wakilnya kan bisa berubah, bisa berganti gitu,” kata Ujang saat dihubungi, Selasa (10/2/2026). Ia menyinggung pengalaman presiden-presiden sebelumnya yang mengganti wakilnya di periode kedua.

Ujang mencontohkan Susilo Bambang Yudhoyono yang mengganti Jusuf Kalla dengan Boediono. Hal serupa juga terjadi pada Joko Widodo yang mengganti Jusuf Kalla dengan Ma’ruf Amin.

Ia menilai kemungkinan perubahan juga terbuka pada kepemimpinan Prabowo. Menurutnya, pasangan wakil presiden tidak bersifat permanen.

“Prabowo juga bisa jadi terdapat nama Gibran berdua, bisa jadi yang lain,” ujarnya. Ujang menyebut hal tersebut sejalan dengan tradisi politik Indonesia dalam beberapa pemilihan terakhir.

Ujang menilai fokus utama saat ini adalah kekuatan Prabowo sebagai presiden petahana. Ia menyebut peluang Prabowo untuk kembali maju dan menang masih terbuka lebar.

Sementara itu, terkait ambisi Cak Imin untuk menjadi calon wakil presiden, Ujang mengaku tidak dapat memastikan. Namun ia menilai langkah tersebut tidak mudah untuk diwujudkan.

“Kalau Cak Imin jadi cawapresnya Prabowo, ya susah juga, berat juga,” kata Ujang. Ia menilai banyak tokoh lain yang juga mengincar posisi calon wakil presiden.

Menurut Ujang, persaingan menuju kursi cawapres Prabowo akan berlangsung ketat. Sejumlah tokoh politik dinilai memiliki peluang dan kepentingan yang sama.

Ia menyebut keinginan Cak Imin untuk maju sebagai cawapres merupakan hal yang wajar. Namun peluang tersebut tetap harus bersaing dengan figur-figur lain.

“Soal geser-menggeser Gibran, tentu saya tidak tahu,” ujarnya. Ujang menegaskan semua tokoh memiliki kesempatan, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan Prabowo.

Ujang menilai Prabowo akan selektif dalam memilih pendampingnya. Proses tersebut disebut masih panjang dan akan ditentukan menjelang Pilpres 2029.

“Masih panjang, masih jauh,” kata Ujang. Ia menegaskan dinamika politik soal calon wakil presiden masih akan terus berkembang ke depan.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
2 hours ago
20 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x