Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID — Pengamat politik Ujang Komarudin menanggapi dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai presiden pada periode mendatang. Menurutnya, dukungan tersebut mencerminkan perhitungan politik yang realistis.
Ujang menilai Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melihat Prabowo sebagai sosok petahana yang memiliki peluang kuat untuk kembali menang. Tradisi politik pascareformasi juga menjadi salah satu pertimbangan utama.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar secara terbuka menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto. Dukungan itu disampaikan setelah pertemuan antara PKB dan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dalam pernyataannya, Muhaimin menyebut PKB merasa puas dengan kepemimpinan Prabowo. Ia menilai Prabowo mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Kami puas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” ujar Muhaimin. Ia menegaskan keyakinan PKB terhadap kapasitas Prabowo dalam memimpin negara.
Muhaimin bahkan menyebut Prabowo layak memimpin Indonesia dalam jangka panjang. PKB, kata dia, percaya Prabowo mampu memimpin bukan hanya satu periode.
“Kami yakin Pak Prabowo akan sukses memimpin kita bukan hanya lima tahun, bahkan sepuluh tahun ke depan,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen PKB mendukung Prabowo minimal dua periode.
Namun demikian, Muhaimin menyatakan belum ada pembahasan terkait dukungan PKB terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029. Fokus partai saat ini masih tertuju pada kepemimpinan Prabowo.
“Belum dibahas. Fokus kami saat ini adalah kepemimpinan Pak Prabowo,” tegas Muhaimin. Ia menambahkan PKB solid mendukung Prabowo untuk dua periode.
Menanggapi hal itu, Ujang Komarudin menilai langkah politik Cak Imin tergolong lincah. Menurutnya, Cak Imin dikenal piawai dalam komunikasi publik dan membaca peta konflik politik.
“Kalau sedang mempersiapkan apa bagi Cak Imin, ya tentu Cak Imin kan jago ya komunikasi publik,” kata Ujang saat dihubungi TODAYNEWS.ID, Selasa (10/2/2026). Ia menilai dukungan tersebut tidak lepas dari persepsi Prabowo sebagai figur kuat.
Ujang menilai Cak Imin memprediksi Prabowo memiliki peluang besar untuk kembali terpilih. Prediksi itu dianggap sejalan dengan pola Pilpres di Indonesia.
“Karena tradisi Indonesia pasca reformasi itu kan pilpres-pilpres itu kan selalu dua periode,” ujarnya. Ia menyebut Prabowo dinilai berpeluang mengulang pola tersebut.
Lebih lanjut, Ujang menyebut posisi wakil presiden masih sangat dinamis. Menurutnya, sejarah menunjukkan pasangan presiden bisa berubah pada periode kedua.
“Kalau soal wakilnya kan bisa berubah, bisa berganti,” kata Ujang. Ia mencontohkan presiden-presiden sebelumnya yang mengganti wakil presiden di periode kedua.
Ujang menyatakan Prabowo juga memiliki kemungkinan serupa. Nama Gibran Rakabuming Raka bisa tetap mendampingi atau digantikan figur lain.
“Prabowo juga bisa jadi terdapat nama Gibran berdua, bisa jadi yang lain,” ujarnya. Menurut Ujang, dinamika politik tersebut masih akan terus berkembang ke depan.