Serpihan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. TODAYNEWS.ID — Proses pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 kembali dilanjutkan pada Senin (19/1/2026). Operasi ini melibatkan sekitar seribu personel gabungan dari berbagai instansi.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa pencarian lanjutan dilakukan secara masif. Ia memastikan seluruh unsur tetap bekerja secara terpadu dan terkoordinasi.
“Rencana pencarian lanjutan akan terus dilakukan oleh tim gabungan kurang lebih 1000-an personel,” ujar Andi Sudirman, Senin. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersabar dan mendoakan hasil terbaik.
Menurut Andi Sudirman, keterlibatan ribuan personel bertujuan mempercepat proses pencarian dan evakuasi. Keselamatan petugas tetap menjadi prioritas utama di tengah medan yang berat.
Untuk memastikan efektivitas operasi, pemerintah daerah menggelar rapat evaluasi. Rapat tersebut berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.
Evaluasi dipimpin langsung oleh Andi Sudirman bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Turut hadir Kepala Basarnas Marsda TNI Mohammad Syafii dan unsur Forkopimda Sulsel.
Dalam rapat itu, seluruh pihak membahas strategi pencarian secara menyeluruh. Fokus utama adalah koordinasi lintas instansi dan kesiapan teknis di lapangan.
Andi Sudirman menegaskan bahwa penyampaian informasi resmi hasil pencarian berada di bawah kewenangan Basarnas. Ia meminta masyarakat menunggu perkembangan dari sumber yang berwenang.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) sebelumnya dilaporkan hilang kontak. Insiden terjadi saat pesawat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (17/1) siang.
Lokasi terakhir pesawat terdeteksi berada di kawasan pegunungan Bulusaraung. Wilayah tersebut berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan evakuasi dilanjutkan dengan dua opsi. Jalur udara dan darat disiapkan sesuai kondisi cuaca di lokasi kejadian.
“Opsi evakuasi besok adalah evakuasi dengan jalur udara,” kata Syafii. Helikopter Caracal akan mencoba melakukan evakuasi dengan metode hoist.
Namun, Basarnas juga menyiapkan jalur darat sebagai alternatif. “Apabila kondisi tidak memungkinkan jalur udara, maka evakuasi dilakukan melalui jalur darat oleh tim SAR gabungan,” ujarnya.