x

Pemerintah Tambah Subsidi BBM hingga Rp100 Triliun

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Apr 2026 15:30 15 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah memutuskan menambah anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga Rp90 triliun–Rp100 triliun guna menahan harga di tengah kenaikan minyak dunia.

Langkah ini diperkirakan memberi tekanan tambahan pada APBN 2026. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa tambahan anggaran tersebut khusus untuk subsidi. Nilai tersebut belum termasuk skema kompensasi lain yang juga sedang dihitung pemerintah.

“Rp90–100 triliun, itu subsidi, kompensasi lain lagi. Nanti kita hitung lagi, angka pastinya saya lupa,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026, pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan Rp210,1 triliun untuk subsidi energi. Anggaran ini mencakup BBM, listrik, serta LPG 3 kilogram.

Namun, kenaikan harga minyak global membuat kebutuhan subsidi diperkirakan meningkat. Kondisi ini mendorong pemerintah menambah alokasi anggaran secara signifikan.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan menahan harga BBM akan berdampak pada fiskal negara. Beban APBN diproyeksikan meningkat seiring kebutuhan subsidi yang lebih besar.

Untuk menutup tambahan kebutuhan tersebut, pemerintah akan mengandalkan efisiensi belanja kementerian dan lembaga. Penghematan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahap.

“Ada penghematan sedikit-sedikit di sana sini. Kita melakukan penghematan tahap 1, tahap 2, tahap 3 di belanja kementerian/lembaga yang tidak terlalu jelas,” jelasnya.

Purbaya juga membantah penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menutup tambahan subsidi. Meski begitu, ia mengungkapkan posisi SAL saat ini mencapai sekitar Rp420 triliun.

Dana SAL tersebut disebut dapat menjadi bantalan fiskal dalam kondisi darurat. Namun, pemerintah belum menjadikannya sebagai sumber utama pendanaan subsidi tambahan.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada perubahan harga BBM per 1 April 2026. Kebijakan ini berlaku untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.

Untuk wilayah Jakarta, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, harga Pertamax tetap Rp12.300 per liter. Sementara Pertamax Turbo dipatok Rp13.100 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter.

Adapun Dexlite dijual Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter. Harga tersebut tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya.

Sementara itu, BBM subsidi juga tetap pada harga lama. Pertalite dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
23 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x