x

Pemerintah Negosiasikan Pembebasan Dua Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Mar 2026 14:49 32 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah Indonesia tengah melakukan langkah diplomasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz. Upaya ini dilakukan di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang menempuh jalur negosiasi untuk memastikan kapal tersebut dapat keluar dari wilayah tersebut dengan aman. Dua kapal itu saat ini berada di area yang terdampak ketegangan konflik.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3/2026) malam.

Menurut Bahlil, pemerintah terus memantau perkembangan situasi di lapangan sambil mencari solusi terbaik. Langkah diplomasi dilakukan bersamaan dengan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Di sisi lain, Pertamina memastikan keselamatan awak kapal tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan energi nasional tersebut memantau kondisi kru di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan tersebut.

Bahlil menegaskan bahwa keberadaan dua kapal tanker yang masih berada di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia. Pemerintah telah menyiapkan berbagai opsi alternatif untuk menjaga pasokan energi tetap stabil.

“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insyaallah aman,” ucap Bahlil.

Pemerintah juga tengah mencari sumber alternatif energi dari Amerika Serikat untuk mengantisipasi gangguan pasokan. Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan upaya membebaskan kapal yang masih berada di kawasan teluk.

Situasi di Selat Hormuz sendiri dilaporkan semakin tegang dalam beberapa waktu terakhir. Media Iran bahkan menyebut jalur strategis tersebut telah “secara efektif” ditutup setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan energi dunia. Jalur ini menangani sekitar seperlima perdagangan minyak global serta volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

Secara keseluruhan, sekitar 20 persen konsumsi minyak harian dunia melewati koridor tersebut. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 20 juta barel minyak setiap hari.

Sebelumnya, PT Pertamina International Shipping melaporkan terdapat empat kapal yang berada di kawasan Timur Tengah pada Senin (2/3).

Kapal tersebut yakni Gamsunoro yang sedang melakukan proses loading di Khor al Zubair, Irak; Pertamina Pride yang telah selesai loading dan berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi; PIS Rinjani yang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab; serta PIS Paragon yang sedang melakukan discharge di Oman.

Perusahaan juga menyatakan dua kapal masih berada di area teluk, yakni Pertamina Pride yang dikelola NYK serta Gamsunoro yang berada di bawah manajemen Synergy Ship Management.

“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
5 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x