x

NOC Indonesia Perkuat Program Safeguarding Lewat Pelatihan Internasional di Singapura

waktu baca 2 menit
Jumat, 23 Jan 2026 10:15 26 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan olahraga yang aman dan berintegritas. Upaya tersebut ditunjukkan melalui pengiriman dua perwakilan resmi ke Safeguarding Officer Training di Singapura pada 9–14 Januari 2026.

Pelatihan ini diikuti oleh Safeguarding Officer NOC Indonesia, Tabitha Sumendap, bersama Dr. Sophia Hage yang merupakan anggota Tim Task Force Safeguarding NOC Indonesia. Keduanya mengikuti program intensif yang diselenggarakan oleh Safe Sport Commission Singapore.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas praktisi safeguarding dalam dunia olahraga. Fokus utamanya adalah pencegahan, deteksi, dan penanganan berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, serta penyalahgunaan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai dampak kekerasan dan pelecehan terhadap korban. Materi juga mencakup analisis perilaku pelaku serta hambatan yang kerap muncul dalam proses pelaporan kasus.

Selain itu, pelatihan membahas prosedur penanganan pengungkapan kasus atau responding to disclosure. Peserta juga dibekali pengetahuan tentang mekanisme pelaporan dan kerangka hukum yang mengatur kekerasan serta pelecehan di lingkungan olahraga.

Tabitha Sumendap menegaskan bahwa partisipasi NOC Indonesia dalam pelatihan ini merupakan langkah strategis. Ia menyebut kegiatan tersebut dibangun berbasis pengetahuan, praktik internasional, dan pemahaman hukum yang kuat.

“Safeguarding di NOC Indonesia ini merupakan program yang sangat penting,” ujar Tabitha. Ia menegaskan keseriusan NOC Indonesia dalam membangun sistem perlindungan atlet yang profesional dan berstandar internasional.

Pelatihan tersebut disampaikan secara aplikatif melalui pembahasan studi kasus nyata. Dengan metode ini, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga dilatih melakukan analisis dan penanganan kasus secara konkret.

“Pelatihan ini menjadi bekal penting untuk memperkuat implementasi program safeguarding NOC Indonesia sepanjang 2026,” lanjut Tabitha. Ia menambahkan bahwa materi pelatihan dapat langsung diterapkan dalam menangani laporan yang telah masuk.

Sementara itu, Dr. Sophia Hage menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam safeguarding. Ia menyoroti peran aspek medis dan psikologis dalam perlindungan atlet.

“Memahami dampak kekerasan dan pelecehan terhadap kesehatan fisik maupun mental atlet sangat krusial,” jelas Sophia. Menurutnya, perspektif tersebut penting dalam merespons laporan secara tepat dan empatik.

Ia juga menilai pelatihan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang prosedur penanganan kasus. Pendekatan tersebut dinilai mampu memastikan respons yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Keikutsertaan dua perwakilan NOC Indonesia ini menjadi bagian dari penguatan Program Safeguarding NOC Indonesia 2026. Program tersebut sejalan dengan Olympic Charter dan prinsip Safe Sport.

NOC Indonesia menargetkan penerapan safeguarding yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan olahraga nasional yang aman bagi atlet, ofisial, dan seluruh insan olahraga.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x