Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berpidato dalam debat umum Sidang Majelis Umum PBB. Foto: Reuters TODAYNEWS.ID — Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin memanas seiring eskalasi konflik antara Iran dengan blok Amerika Serikat dan Israel. Kondisi ini dinilai telah memasuki fase yang mengkhawatirkan bagi stabilitas global.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka meminta dukungan internasional untuk meredam kekuatan militer Iran. Ia menilai kemampuan persenjataan Teheran kini telah melampaui ancaman regional.
Dalam pernyataannya, Netanyahu memperingatkan bahwa jangkauan proyektil Iran mampu mencapai wilayah Eropa. Hal ini, menurutnya, menempatkan banyak negara dalam risiko langsung.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Netanyahu mengunjungi lokasi jatuhnya rudal di kawasan Arad. Ia menekankan perlunya langkah kolektif dari komunitas global untuk merespons ancaman tersebut.
Israel juga memperkenalkan operasi militernya yang diberi nama Operation Roaring Lion. Strategi ini disebut menjadi bagian dari respons terhadap meningkatnya serangan dari pihak lawan.
“Mereka memiliki kapasitas untuk menjangkau jauh ke dalam Eropa. Mereka menempatkan semua orang dalam sasaran mereka,” ujar Netanyahu.
Rentetan serangan dalam beberapa hari terakhir disebut memperkuat kekhawatiran tersebut. Sejumlah proyektil dilaporkan jatuh di area dekat wilayah Yerusalem, menyebabkan kerusakan dan korban luka di kalangan warga sipil.
Meski tidak ada korban jiwa, puluhan orang mengalami luka-luka dan sejumlah bangunan rusak. Netanyahu bahkan menyebut selamatnya warga sebagai “mukjizat” di tengah intensitas serangan.
Pemerintah Israel menegaskan bahwa setiap serangan balasan dilakukan dengan perhitungan matang. Mereka mengklaim tidak menargetkan warga sipil dalam operasi militernya.
Di dalam negeri, pemerintah juga meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Warga diminta untuk tetap waspada dan segera menuju tempat perlindungan jika sirene peringatan berbunyi.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich turut meninjau lokasi terdampak. Ia memastikan proses pemulihan akan dipercepat, termasuk penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak.
Pemerintah berjanji memberikan dukungan penuh bagi korban, baik secara finansial maupun logistik. Prosedur birokrasi juga disebut akan disederhanakan untuk mempercepat penanganan.
Sementara itu, pejabat Israel lainnya menilai serangan ke kawasan permukiman sebagai pelanggaran serius hukum internasional. Insiden di Arad bahkan disebut sebagai bentuk kejahatan perang.
Dengan eskalasi yang terus meningkat, konflik ini kini tidak lagi berdampak lokal. Ancaman yang meluas menempatkan stabilitas global dalam posisi yang semakin rentan.