x

Meta dan YouTube Divonis Bersalah atas Kecanduan Media Sosial, Harus Bayar Rp100 Miliar

waktu baca 2 menit
Selasa, 31 Mar 2026 20:10 31 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Perusahaan teknologi Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab atas kasus kecanduan media sosial oleh pengadilan di California. Juri menjatuhkan denda sebesar USD 6 juta atau sekitar Rp100 miliar kepada kedua platform tersebut.

Gugatan diajukan oleh seorang perempuan bernama Kaley (20) bersama ibunya. Mereka menilai platform tersebut sengaja dirancang hingga membuat pengguna kecanduan sejak usia dini.

Dalam persidangan, Kaley mengaku penggunaan media sosialnya sudah tidak terkendali. Ia menyebut kebiasaan tersebut berkembang sejak dirinya masih kecil.

Putusan juri di Los Angeles menyatakan Meta memiliki tanggung jawab lebih besar. Perusahaan tersebut dinilai bertanggung jawab sebesar 70 persen dari total dampak yang dialami penggugat.

Sementara itu, YouTube dinyatakan bertanggung jawab sebesar 30 persen. Pembagian tanggung jawab ini menjadi dasar penentuan besaran ganti rugi.

Kaley dan ibunya memperoleh kompensasi total USD 6 juta. Nilai tersebut mencakup ganti rugi dan punitive damages sebagai bentuk hukuman tambahan.

Kasus ini sebelumnya juga melibatkan TikTok dan Snap. Namun, kedua pihak memilih menyelesaikan perkara di luar pengadilan sebelum sidang dimulai.

Di sisi lain, Meta juga menghadapi kasus terpisah di New Mexico. Dalam perkara tersebut, perusahaan dinyatakan gagal melindungi anak-anak dari predator seksual.

Pengadilan memerintahkan Meta membayar denda sebesar USD 375 juta atau sekitar Rp6,34 triliun. Nilai ini jauh lebih besar dibandingkan kasus di California.

Jaksa Agung New Mexico Raúl Torrez menilai platform seperti Facebook dan Instagram menjadi “breeding ground” bagi predator seksual. Gugatan tersebut telah diajukan sejak 2023.

Menanggapi putusan di California, pihak Meta menyatakan keberatan. Perusahaan menegaskan akan menempuh jalur banding.

“Kami dengan hormat tidak setuju dengan putusan ini,” demikian pernyataan Meta. Sikap serupa juga diambil oleh Google yang berencana mengajukan banding.

Kasus ini menambah sorotan terhadap tanggung jawab platform digital terhadap dampak penggunaan media sosial. Putusan pengadilan dinilai menjadi preseden penting dalam perlindungan pengguna, khususnya anak-anak dan remaja.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
8 hours ago
15 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

LAINNYA
x
x