Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Direktur Utama Sementara Bursa Efek Indonesia (BEI). TODAYNEWS.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Sementara Bursa Efek Indonesia (BEI). Penunjukan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar modal di tengah dinamika yang terjadi belakangan ini.
Jeffrey Hendrik sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis BEI. Dengan penugasan baru ini, ia kini memegang kendali kepemimpinan bursa.
Pengangkatan Direktur Utama Sementara BEI menyusul pengunduran diri Iman Rachman dari jabatannya pada Jumat lalu. Keputusan tersebut diambil setelah pasar modal Indonesia mengalami volatilitas tinggi dalam sepekan terakhir.
Gejolak pasar dipicu oleh pengumuman MSCI terkait peninjauan indeks perusahaan tercatat di Indonesia. Kondisi itu menimbulkan tekanan signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menanggapi situasi tersebut, Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan mencampuri proses internal BEI. Ia menekankan penyelesaian persoalan diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang berlaku di bursa.
“Mereka akan menyelesaikan masalah sesuai dengan prosedur internal mereka. Pemerintah tidak akan melakukan intervensi,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Sabtu (31/1/2026) malam.
Dalam waktu dekat, Jeffrey Hendrik dijadwalkan mewakili BEI dalam pertemuan dengan jajaran eksekutif MSCI. Pertemuan itu akan digelar pada Senin, 2 Februari, untuk membahas kondisi pasar modal Indonesia.
Penunjukan ini juga terjadi di tengah rangkaian pengunduran diri pejabat otoritas pasar. Sebelumnya, beberapa pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mengundurkan diri pada Jumat malam.
Pengunduran diri tersebut menambah sorotan terhadap upaya pemulihan kepercayaan investor. Pasar menanti langkah konkret dari BEI dan otoritas terkait.
Jeffrey Hendrik memastikan operasional BEI tetap berjalan normal. Proses pengambilan keputusan manajemen rutin disebut tidak akan terganggu.
Pernyataan tersebut sejalan dengan keterangan Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad. BEI menegaskan roda organisasi tetap berjalan sesuai ketentuan.
“Kami berkomitmen untuk mengembangkan pasar modal kelas dunia di Indonesia, yang maju tidak hanya dalam aktivitas perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga dalam transparansi dan tata kelola,” kata Hendrik.
Ia menambahkan bahwa BEI telah berinteraksi dengan penyedia indeks global. Masukan dari pihak eksternal itu akan menjadi bahan evaluasi bagi penguatan pasar.
Hendrik juga berjanji menindaklanjuti langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan investor. Upaya tersebut ditujukan bagi investor domestik maupun internasional di pasar modal Indonesia.