TODAYNEWS.ID — Massa aksi kembali mendatangi Markas Satuan Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat. Mereka datang lagi setelah sempat membubarkan diri sebelum pukul 12.00 WIB.
Gelombang massa muncul pada siang hari dengan membawa tuntutan keadilan. Mereka menyoroti insiden tragis yang menewaskan Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, akhirnya menemui massa. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 13.40 WIB di depan markas Brimob.
Henik langsung menyinggung peristiwa yang menewaskan Affan. Ia bersumpah bahwa kasus ini akan diusut secara tuntas.
“Pertama, tadi malam diminta untuk punya tanggung jawab, kita hadir di rumah sakit, Kapolri, Kapolda,” ucap Henik di hadapan massa. “Terus kemudian yang kedua, untuk proses penegakan hukum, saat ini anggota kami melaksanakan proses pemeriksaan di Mabes Polri.”
Ia menambahkan sumpahnya untuk transparan. “Demi Allah, Demi Rasul, saya muslim. Jadi saat ini anggota kami sedang dalam proses pemeriksaan di Mabes Polri,” tegasnya.
Henik menekankan bahwa langkah penyelidikan bukan hanya inisiatif internal. Menurutnya, pengusutan ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Ini perintah presiden. Nanti proses pemeriksaan akan diumumkan ke publik secara terbuka,” ujarnya. “Pak Prabowo sendiri sudah menyampaikan pernyataan terkait ini di televisi.”
Ia menegaskan seluruh proses hukum dilakukan transparan. Kepolisian, kata dia, akan menjalankan setiap prosedur sesuai arahan presiden.
Dansat Brimob mengaku yakin aparat tidak akan berani menyimpang. Ia menyebut perintah presiden memberi tekanan moral yang kuat bagi institusinya.
“Saya yakin polisi tidak akan berani melakukan hal yang menyimpang jika ini sudah perintah presiden,” katanya. “Kehadiran saya di sini adalah bukti niat baik kami.”
Henik menyampaikan bahwa semua anggota yang terlibat sudah diperiksa. Proses tersebut sepenuhnya ditangani Mabes Polri.
“Seluruh anggota yang terlibat sedang menjalani pemeriksaan di Mabes Polri,” ucapnya. “Karena pemeriksaan dilakukan oleh Mabes, kami tidak bisa menjelaskan tahapan penyelidikan maupun penyidikan saat ini.”
Dengan penegasan itu, Henik berharap massa bisa menilai keseriusan polisi. Ia menutup pernyataannya dengan komitmen untuk mengikuti proses hukum yang transparan.