Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf. Dok. Kemenhaj TODAYNEWS.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat komitmen pelayanan terbaik bagi jemaah melalui kegiatan Manasik Haji Kabupaten Nganjuk Tahun 1447H/2026M yang digelar di Pendopo KRT. Sosrokoesoemo, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Forkopimda, serta pemangku kepentingan lintas sektor, bersama ratusan jemaah haji Kabupaten Nganjuk.
Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa penyelenggaraan haji saat ini diarahkan pada layanan yang berpusat pada jemaah (pilgrim-centered services), mulai dari tahap persiapan hingga kepulangan ke tanah air.
“Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan komitmen negara untuk menghadirkan layanan yang lebih fokus, profesional, dan menyeluruh bagi jemaah. Negara hadir memastikan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan bermartabat,” ujar Menhaj.
Menhaj menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji mengacu pada amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, dengan tiga pilar utama Tri Sukses Haji, yaitu:
Program Strategis untuk Peningkatan Layanan
Lebih lanjut, ia menyampaikan sejumlah program strategis yang tengah diperkuat, antara lain:
• Penurunan biaya haji, tanpa mengurangi kualitas layanan
• Penataan kuota berbasis waiting list, untuk menjamin keadilan masa tunggu
• Ekspor produk Indonesia, guna mendukung kebutuhan jemaah di Arab Saudi
• Pengembangan Kampung Haji, sebagai pusat layanan terintegrasi
“Persiapan operasional haji tahun ini telah mencapai hampir 100 persen. Mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah siap. Kami pastikan seluruh layanan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jemaah,” tegasnya.
Pada penyelenggaraan haji 1447H/2026M, Kementerian mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan inklusif.
“Kami memastikan setiap jemaah, termasuk lansia, disabilitas, dan perempuan, mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat selama menjalankan ibadah,” kata Menhaj.
Menhaj juga mengingatkan pentingnya manasik sebagai bekal utama bagi jemaah dalam menjalankan ibadah haji.
“Bapak dan Ibu adalah tamu Allah yang terpilih. Manasik ini menjadi kunci agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik, disiplin, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Di tengah dinamika global, Kementerian Haji dan Umrah memastikan terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk syarikah di Arab Saudi, guna menjamin kelancaran layanan, termasuk distribusi kartu Nusuk bagi jemaah.
Menutup pernyataannya, Menhaj mengajak seluruh jemaah untuk terus berdoa agar situasi di Timur Tengah tetap kondusif sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar.