Langkah ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, terhenti di perempat final Malaysia Open 2026. (Dok. PBSI)TODAYNEWS.ID — Langkah ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, terhenti di perempat final Malaysia Open 2026. Mereka kalah dari unggulan keenam asal Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (9/1/2026).
Ana/Trias harus mengakui keunggulan lawan setelah menjalani laga rubber game. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 21-13, 19-21, 13-21.
Ana/Trias mengawali pertandingan dengan performa meyakinkan. Mereka tampil dominan dan unggul cepat 6-2 pada awal gim pertama.
Keunggulan wakil Indonesia terus berlanjut hingga interval. Ana/Trias memimpin jauh dengan skor 11-4.
Baek/Lee kesulitan menemukan ritme permainan pada gim pembuka. Adu lob sempat terjadi, namun bola-bola datar menjadi keuntungan bagi Ana/Trias hingga unggul 15-8.
Tanpa kesulitan berarti, Ana/Trias menutup gim pertama dengan kemenangan telak. Mereka mengamankan gim pembuka dengan skor 21-13.
Memasuki gim kedua, Baek/Lee mengubah pola permainan. Bola-bola datar mulai jarang diberikan dan Ana/Trias dipaksa mengandalkan kecepatan.
Ana/Trias sempat tertinggal 6-8 sebelum bermain lebih fokus dan rapi. Mereka bahkan berhasil membalikkan keadaan dan unggul 13-8.
Baek/Lee langsung merespons tekanan tersebut. Wakil Korea Selatan itu mencuri enam poin beruntun dan membuat Ana/Trias tertinggal 13-14.
Reli panjang mewarnai sisa gim kedua. Ana/Trias kehilangan momentum dan harus menyerahkan gim tersebut dengan skor 19-21.
Gim penentuan berjalan sulit bagi Ana/Trias. Mereka sempat tertinggal 3-7 sebelum menyamakan kedudukan menjadi 7-7.
Permainan Ana/Trias mulai terbaca dengan mudah oleh lawan. Unforced error kerap terjadi hingga mereka tertinggal jauh 8-16.
Baek/Lee menutup gim ketiga dengan skor 21-13. Hasil ini memastikan Ana/Trias gagal melangkah ke semifinal BWF Super 1000 Malaysia Open 2026.
“Hari ini kami bermain sudah sangat maksimal, semua tenaga sudah dikeluarkan,” ujar Febriana Dwipuji Kusuma. Ia menambahkan, “Memang yang harus ditingkatkan adalah fokusnya karena itu kuncinya.”
Meilysa Trias Puspitasari menyebut mereka harus lebih siap menghadapi perubahan permainan lawan. “Tahun ini kami mau dapat gelar juara, mau naik podium satu,” kata Meilysa.