Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika berada Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026). (Foto: Bakom RI) TODAYNEWS.ID – Pengamat sekaligus Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Probo Darono Yakti, menilai Indonesia tengah menegaskan perannya sebagai bridge builder dalam merespons kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis.
“Di sini peran dari Indonesia itu coba untuk menekankan diri menjadi bridge builder,” kata Probo saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, posisi Indonesia dalam rangkaian kunjungan tersebut dapat dilihat sebagai mediator aktif yang berupaya menjaga komunikasi antara blok Barat dan non-Barat. Selain itu, langkah ini juga mencerminkan strategi diplomasi yang lebih inklusif di tengah dinamika global.
“Pilihan untuk kemudian berkunjung ke Rusia, kemudian berkunjung ke Prancis, ini sama-sama merepresentasikan tatanan post-cold war, di mana Rusia ini memiliki kedekatan dengan aktor-aktor non-Barat, dan Prancis ini pro-operasi dalam orbit Barat dalam konteks Dewan Keamanan PBB dan juga posisi strategisnya di dalam NATO,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran aktif suatu negara dalam mengelola perbedaan kepentingan sangat penting untuk meredakan ketegangan. Dengan demikian, Indonesia dapat membuka ruang dialog antara pihak-pihak yang berseberangan.
“Jadi, ini mungkin bisa dikaitkan dengan peran Indonesia yang menekankan pada beberapa aspek, termasuk di situ kita coba untuk menekankan peran Indonesia ini untuk memediasi, memfasilitasi, dan mengorkestrasi interaksi antarpihak yang berseberangan,” ujarnya.
Menurut Probo, langkah tersebut juga berfungsi sebagai penyeimbang setelah Indonesia menjadi bagian dari Board of Peace (BoP), terutama dalam mendorong diplomasi yang mendukung solusi dua negara.
“Jadi, terlepas dari bagaimana Indonesia kemarin sudah masuk ke Board of Peace, maka untuk kemudian menjadi penyeimbangnya bagaimana kemudian diplomasi ini dilakukan, kalau boleh menyebut ini semacam ulang-alik untuk mendatangi beberapa aktor-aktor penting di dalam hubungan antarnegara,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo tiba di Paris, Prancis, Senin (13/4) malam, pukul 23.50 waktu setempat, setelah merampungkan agenda kenegaraannya di Moskow. Dalam kunjungan tersebut, ia bahkan mengadakan pertemuan selama lima jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang turut mendampingi Presiden di Paris menyampaikan bahwa Prabowo dijadwalkan bertemu empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Selasa.
Dalam pertemuan lima jam di Moskow, kedua pemimpin negara sepakat untuk memperkuat kerja sama di sektor strategis, khususnya energi dan sumber daya mineral (ESDM) serta hilirisasi.
Tak hanya itu, Teddy menambahkan bahwa kedua negara juga berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lain yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional.