Kantor Staf Presiden bersama aparat TNI dan Polri turun langsung ke permukiman warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (3/1/2026). (Dok. KSP) TODAYNEWS.ID — Kantor Staf Presiden bersama aparat TNI dan Polri turun langsung ke permukiman warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (3/1/2026). Kehadiran tersebut difokuskan pada pembersihan rumah warga dari endapan lumpur sisa banjir.
KSP tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolik. Pompa apung yang dibawa langsung dioperasikan di lapangan untuk mempercepat proses pembersihan rumah, jalan, dan fasilitas umum.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara yang nyata dan empatik. Kegiatan ini juga menjadi wujud gotong royong antara KSP, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
KSP memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh warga terdampak di Pidie dan Pidie Jaya. Bantuan dari keluarga besar KSP langsung diaplikasikan di sejumlah titik permukiman.
Bantuan yang disalurkan meliputi pompa apung, pakaian untuk berbagai kelompok usia, perlengkapan ibadah, mainan anak, makanan siap saji, serta alat pembersihan lingkungan. Seluruh bantuan tersebut langsung dimanfaatkan bersama warga.
Di lokasi pertama, Gampong Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, bantuan digunakan untuk membersihkan lapangan dan fasilitas olahraga. Area publik tersebut diprioritaskan agar aktivitas sosial warga dapat kembali berjalan.
Di lokasi kedua, Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, pompa apung dimanfaatkan untuk membersihkan rumah-rumah warga. Endapan lumpur di permukiman dibersihkan secara langsung oleh tim gabungan.
Sementara di lokasi ketiga, Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pembersihan difokuskan pada kawasan permukiman. Wilayah ini termasuk daerah yang paling lambat pulih pascabanjir.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Iwan Eka, menegaskan kehadiran KSP bukan sekadar membawa bantuan. Ia memastikan bantuan tersebut benar-benar meringankan beban warga di lapangan.
“Hari ini kami dari Kantor Staf Presiden hadir langsung di Aceh, memastikan bantuan dari keluarga besar KSP telah tiba dan bergerak ke Pidie serta Pidie Jaya,” ujar Iwan Eka. Ia menyebut bantuan sebelumnya mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda dan langsung didistribusikan.
Iwan Eka menjelaskan total bantuan pompa apung yang dikirim berjumlah 10 unit. Tujuh unit telah tiba dan digunakan, sementara sisanya masih dalam proses pengiriman.
“Kami memahami betul pasca bencana banjir longsor, banyaknya genangan air, endapan lumpur yang menumpuk, serta tingginya kebutuhan dasar keluarga terutama bayi dan anak-anak adalah persoalan paling mendesak,” katanya. Ia menegaskan bantuan langsung diaplikasikan di titik permukiman warga.
Menurut Iwan Eka, pompa apung dipilih karena efektif menjangkau area padat dan gang sempit. “Pompa apung ini bukan simbol bantuan. Ini alat kerja,” ujarnya.
Selain pemulihan fisik, KSP juga memperhatikan aspek psikologis warga, khususnya anak-anak. Bantuan mainan disalurkan untuk membantu proses trauma healing.
KSP menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan tokoh masyarakat. “Sesuai arahan Presiden, solidaritas dan kebersamaan adalah kunci,” pungkasnya.
Sebagai langkah lanjutan, KSP juga menyiapkan bantuan mesin Reverse Osmosis purifier. Sebanyak enam unit direncanakan segera dikirim untuk penyediaan air minum bersih bagi warga terdampak.