x

KPK Minta Tambahan Anggaran agar OTT Lebih Masif

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Jan 2026 17:59 21 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta tambahan anggaran dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI. Permintaan itu disampaikan agar operasi tangkap tangan (OTT) dapat dilakukan lebih masif ke depan.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengungkapkan salah satu kendala utama yang dihadapi lembaganya saat ini adalah keterbatasan peralatan. Ia menyebut sejumlah alat yang dimiliki KPK sudah tidak lagi memadai.

Menurut Fitroh, kondisi tersebut berdampak pada efektivitas penindakan, khususnya dalam pelaksanaan OTT. Tambahan anggaran dinilai penting untuk memperbarui sarana pendukung kerja KPK.

“Apa si sebenarnya hambatan paling besar yang di KPK selain tentang SDM yang kurang, ya berikanlah kami alat yang canggih,” ujar Fitroh. Ia menilai kecanggihan alat sangat menentukan keberhasilan OTT.

Fitroh juga menyinggung frekuensi OTT yang dinilainya masih bisa ditingkatkan. Ia menyebut keterbatasan alat membuat OTT belum bisa dilakukan secara optimal.

“Supaya OTT tidak hanya sekali sebulan, kurang canggih Pak, kurang canggih,” katanya. Ia menegaskan kebutuhan modernisasi peralatan menjadi hal mendesak.

Lebih lanjut, Fitroh menyebut alat-alat yang digunakan KPK saat ini sudah tertinggal dari perkembangan teknologi. Hal tersebut menjadi salah satu alasan utama pengajuan tambahan anggaran.

“Ini sudah tidak up to date,” ucap Fitroh. Ia berharap dukungan anggaran dari DPR bisa menjawab persoalan tersebut.

Fitroh menilai dengan dukungan anggaran yang memadai, KPK dapat meningkatkan intensitas penindakan. Ia bahkan menyebut OTT berpotensi dilakukan lebih masif.

“Kalau anggota Komisi III kasih anggaran besar buat beli alat barang kali OTT lebih masif,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan dalam forum resmi rapat kerja.

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan penjelasan terkait isu minimnya OTT. Ia membantah anggapan bahwa KPK sedang sepi melakukan operasi tangkap tangan.

Setyo menyebut dalam beberapa bulan terakhir KPK tetap aktif melakukan OTT. Namun, ia menegaskan bahwa frekuensi OTT bukanlah target utama lembaganya.

Menurut Setyo, OTT dilakukan berdasarkan informasi yang valid dan dapat ditindaklanjuti. KPK tidak menjadikan jumlah OTT sebagai target yang dipaksakan.

“Karena itu juga salah satu target kami, tapi sekali bukan target yang dipaksakan,” kata Setyo. Ia menekankan pendekatan berbasis informasi tetap menjadi prinsip utama.

Setyo menambahkan, KPK akan terus bergerak sesuai dengan data dan laporan yang diterima. Dengan pendekatan tersebut, ia berharap penindakan tetap efektif dan tepat sasaran.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
8 hours ago
8 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x