x

KPK Minta Polemik Harga Beras Bantuan Rp 60 Ribu/kg Ditanyakan ke Kementan

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Des 2025 15:12 42 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Ketua KPK Setyo Budiyanto enggan menanggapi polemik kabar bantuan beras dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang disebut bernilai Rp 60 ribu per kilogram. Ia meminta agar pertanyaan itu disampaikan langsung kepada pihak Kementan.

Setyo memberikan respons tersebut saat menghadiri acara Hakordia di kompleks Kepatihan Kota Jogja. Ia menegaskan bahwa isu itu bukan ranah KPK untuk dijelaskan saat ini.

“Ya nanti silakan komunikasikan dengan kementan aja,” ujar Setyo, Senin (8/12/2025). Ia memilih tidak memberikan penilaian terkait data yang tengah ramai dibahas publik.

Setyo mengatakan fokus saat ini di Sumatera adalah membantu korban dan pemulihan wilayah bencana. Menurutnya, pengawasan KPK terhadap penyaluran bantuan akan dilakukan setelah tahap tanggap darurat selesai.

“Prinsipnya KPK tentu akan melakukan kegiatan, ini kan prosesnya sekarang ada tanggap terhadap prioritas terhadap para korban, itu dulu yang dimaksimalkan,” ujarnya. Ia menambahkan, pemulihan menjadi fokus utama sebelum KPK masuk pada pengawasan.

“Setelah itu tentu ada kerja sama dengan pihak-pihak lain untuk melakukan pendampingan pengawasan dan lain lain,” pungkas Setyo. Ia memastikan koordinasi lanjutan akan dilakukan sesuai kebutuhan.

Kementerian Pertanian kemudian memberikan penjelasan terkait polemik bantuan beras untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Polemik tersebut muncul setelah data awal bantuan beredar di media sosial.

Interpretasi keliru muncul karena unggahan warganet memecah jumlah anggaran dengan volume bantuan sehingga menghasilkan nilai Rp 60 ribu per kilogram. Foto yang beredar mencantumkan rincian kebutuhan senilai Rp 73 miliar, termasuk barang-barang seperti beras, minyak goreng, dan pampers.

Salah satu unggahan mempertanyakan nilai beras bantuan yang dinilai janggal. “Lihat ada yang aneh nggak, Pak? Beras Rp 1.312.450.000 dibagi 21.874=60 ribu/kg,” tulis sebuah akun dalam unggahan yang turut dikutip.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch. Arief Cahyono, menyampaikan permintaan maaf atas data yang menimbulkan salah tafsir publik. Ia menilai pengawasan masyarakat membantu memastikan akuntabilitas bantuan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warganet yang ikut mengawasi, dan kami sampaikan saat ini bantuan beras pemerintah sudah mencapai 1200 ton senilai Rp 16 miliar rupiah,” ujar Arief. Ia menegaskan klarifikasi tersebut penting untuk menghindari misinformasi.

Arief menjelaskan bahwa angka 21.874 merupakan jumlah paket beras, bukan satuan kilogram. Setiap paket berisi 5 kilogram, sehingga nilai yang muncul di unggahan tidak mewakili harga riil per kilogram.

Ia menambahkan bahwa Kementan tidak membeli barang-barang bantuan melainkan menerima donasi barang dari mitra. Kementan hanya menyalurkan seluruh bantuan tersebut ke wilayah terdampak.

Arief menegaskan bahwa pengawasan internal diperkuat melalui peran Inspektorat Jenderal agar distribusi bantuan akurat dan dapat diaudit. Ia memastikan komitmen menjaga transparansi dan ketepatan sasaran bantuan bagi masyarakat terdampak.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x