Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan. Foto: Dok Fraksi PKS. TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan, mendorong Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) melalui jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk turut mengawasi harga bahan pokok di pasar-pasar selama bulan suci Ramadann.
“Pengawasan intensif diperlukan agar kenaikan harga tidak membebani masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Aher sapaannya, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya langkah ini penting dilakukan guna merespons kenaikan harga sejumlah komoditas seperti cabai, daging, dan bawang yang dilaporkan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat distributor.
“Ramadan dan Lebaran adalah momentum penting bagi umat Islam. Negara harus hadir memastikan stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya
Politikus PKS itu menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor harus diperkuat, termasuk tindakan hukum tegas terhadap spekulan yang memanfaatkan momentum kenaikan permintaan untuk meraup keuntungan tidak wajar.
Oleh karena itu, optimalisasi peran Perum Bulog dalam menambah stok beras di wilayah terdampak kenaikan harga guna menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan.
“TPID diharapkan aktif melakukan operasi pasar, memantau distribusi, serta memastikan transparansi rantai pasok dari distributor hingga pengecer,” imbuhnya.
“Dengan pengawasan harian, potensi gejolak harga dapat diantisipasi lebih cepat dan tepat,” tambah Aher menegaskan.
Lebih lanjut, Komisi II DPR sebagai mitra kerja pemerintah di bidang pemerintahan daerah, kata Aher, akan terus menjaga langkah pengendalian inflasi di daerah agar kebijakan yang diambil efektif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Stabilitas harga adalah bagian dari stabilitas sosial. Kita ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan Lebaran dengan tenang tanpa mengeluarkan biaya kebutuhan pokok,” pungkasnya.