x

Khamenei Sebut Serangan AS-Israel Salah Perhitungan, Tegaskan Persatuan Rakyat Iran

waktu baca 2 menit
Sabtu, 21 Mar 2026 16:33 18 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menilai serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel didasarkan pada asumsi keliru. Ia menyebut pihak lawan mengira rakyat Iran akan berbalik menggulingkan pemerintah setelah serangan berlangsung.

Menurut Khamenei, anggapan tersebut merupakan kesalahan besar. Ia menegaskan bahwa realitas di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.

Dalam pernyataannya, Khamenei menjelaskan bahwa serangan dilakukan dengan keyakinan tertentu. Ia menyebut pihak lawan berharap kematian tokoh penting akan memicu ketakutan di masyarakat.

“KhayaIan bahwa jika puncak rezim dan tokoh-tokoh militer berpengaruh tertentu mencapai kemartiran, itu akan menanamkan rasa takut dan keputusasaan pada rakyat kita tercinta … dan melalui cara ini, mimpi untuk mendominasi Iran dan kemudian memecah belahnya akan terwujud,” kata Khamenei.

Namun, ia menyatakan kondisi yang terjadi justru berbeda. Khamenei menilai muncul persatuan di tengah masyarakat Iran.

Sebaliknya, katanya, “persatuan yang aneh” terbentuk di antara rakyat Iran, terlepas dari perbedaan latar belakang. Ia juga menyebut adanya “keretakan” di pihak lawan.

Selain membahas konflik, Khamenei juga menyinggung situasi kawasan. Ia menyerukan Afghanistan dan Pakistan untuk menghentikan konflik yang terjadi.

“Kami menganggap tetangga timur kami sangat dekat dengan kami,” ujarnya. Ia menambahkan kesiapan Iran untuk membantu memperbaiki hubungan kedua negara tersebut.

“Saya mengimbau kedua negara bersaudara kita, Afghanistan dan Pakistan, untuk membangun hubungan yang lebih baik satu sama lain… dan saya sendiri siap untuk mengambil tindakan yang diperlukan,” lanjutnya.

Khamenei juga menanggapi tuduhan terkait serangan ke sejumlah negara. Ia membantah keterlibatan Iran dalam serangan yang menargetkan Turki dan Oman.

Ia menyebut insiden tersebut sebagai operasi “bendera palsu”. Menurutnya, tindakan itu dilakukan oleh pihak yang ingin memecah hubungan antarnegara di kawasan.

“Hal itu mungkin terjadi di negara lain juga,” ujarnya, menegaskan potensi provokasi lanjutan.

Dalam pernyataan yang lebih panjang, Khamenei menekankan pentingnya persatuan nasional. Ia juga menyebut tahun mendatang sebagai periode “ekonomi perlawanan” untuk menghadapi tekanan perang.

Pesan tersebut dinilai berfokus pada stabilitas dalam negeri. Khamenei menegaskan kehadirannya sebagai pemimpin di tengah berbagai spekulasi terkait kondisi kesehatannya.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

21 hours ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x