x

Ketua Parlemen Iran Peringatkan Perang Dapat Lumpuhkan Produksi dan Ekspor Minyak

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Mar 2026 14:25 17 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan dampak serius yang dapat terjadi jika perang terus berlanjut. Ia menyebut konflik berkepanjangan berpotensi melumpuhkan kemampuan Iran dalam memproduksi dan mengekspor minyak.

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Ghalibaf menilai konflik yang berlarut-larut dapat memberikan tekanan besar terhadap sektor energi Iran. Menurutnya, industri minyak negara tersebut dapat terganggu secara signifikan apabila perang terus bereskalasi.

“Jika perang berlanjut seperti ini, tidak akan ada cara lagi untuk menjual minyak, bahkan tidak ada kapasitas untuk memproduksinya,” ujar Ghalibaf dikutip dari Al Jazeera, Minggu (8/3/2026).

Pernyataan tersebut menyoroti potensi tekanan besar terhadap industri minyak Iran. Sektor energi menjadi salah satu pilar utama perekonomian negara tersebut.

Selama ini, Iran dikenal sebagai salah satu produsen minyak penting di kawasan Timur Tengah. Namun sektor tersebut juga menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir.

Hambatan yang dihadapi antara lain sanksi internasional serta ketegangan geopolitik yang kerap memengaruhi aktivitas produksi dan ekspor minyak. Kondisi tersebut membuat industri energi Iran berada dalam tekanan yang berkelanjutan.

Apabila konflik terus meningkat, gangguan terhadap produksi minyak dapat semakin besar. Hal ini juga berpotensi menghambat aktivitas ekspor energi dari negara tersebut.

Dampak gangguan tersebut tidak hanya dirasakan di tingkat nasional. Ketidakpastian pasokan minyak dari negara produsen utama sering kali memengaruhi dinamika pasar energi global.

Situasi konflik di kawasan penghasil energi biasanya turut memengaruhi pergerakan harga minyak dunia. Ketika pasokan berisiko terganggu, volatilitas harga di pasar internasional dapat meningkat.

Selain itu, perang juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi. Fasilitas produksi dan distribusi minyak menjadi aset strategis yang rentan terdampak konflik.

Jaringan distribusi dan jalur ekspor minyak juga berpotensi mengalami gangguan jika perang semakin meluas. Kondisi tersebut dapat memperbesar tekanan terhadap stabilitas pasokan energi global.

Peringatan dari Ghalibaf menegaskan besarnya risiko yang dihadapi sektor energi Iran di tengah konflik yang berlangsung. Ia menilai dampak perang dapat menjalar hingga mengganggu kemampuan produksi dan ekspor minyak negara tersebut.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

19 hours ago
1 day ago
1 day ago
3 days ago
3 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x