x

Kemnaker Monitoring Ancaman PHK

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Jun 2026 14:57 36 Akbar Budi

TODAYNEWS.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menanggapi ancaman Pemungutan Hubungan Kerja (PHK) yang akan terjadi di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap ancaman PHK terhadap pekerja Indonesia.

“Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya Dirjen Jamsos PHI, kita terus melakukan monitoring,” katanya kepada wartawan, dikutip Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, ancaman PHK karena ketidakpastian global yang terjadi saat ini. Menurutnya, gejolak geopolitik berdampak ke dalam negeri.

“Kita sama-sama paham ada kondisi ekonomi global yang memang itu kemudian berdampak ke dalam negeri,” katanya.

Namun, ia menyakini ancaman PHK dapat ditekan dengan membangun semangat kebersamaan dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Ini modal yang baik buat kita untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tantangan ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal mengungkapkan, ada dua perusahaan otomotif Jepang di Jawa Timur akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pernyataan itu diungkapkan Said Iqbal dalam Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

“PHK juga terjadi kemungkinan besar di dua perusahaan otomotif di Jawa Timur,” kata Said Iqbal.

Dua pabrik otomotif Jepang itu akan dipindahkan ke Vietnam. Namun, Said Iqbal tidak mengungkap nama perusahaan yang akan melakukan PHK besar-besaran tersebut.

“Jadi untuk dua perusahaan saya kasih inisialnya PT J dan PT S,” kata Said Iqbal.

Ia menjelaskan mengapa dirinya belum menyebut nama perusahaan tersebut. Sebab, kedua perusahaan dengan melakukan dialog dengan serikat pekerja.

“Perusahaan itu masih negosiasi dengan serikat pekerjanya. Sudah hampir setahun negosiasi itu,” katanya.

Ia mengungkapkan, ada potensi ribuan pekerja yang terancam PHK jika kedua perusahaan tersebut berhenti beroperasi.

Perusahaan berinisial PT J total pekerjanya sebanyak 7.000 orang. Sementara itu, PT S memiliki sebanyak 4.000 pekerja.

Ia menyebutkan akan ada potensi PHK sebanyam 3.000 pekerja. “3.000 omong-omongnya, tapi mungkin di ribuanlah angkanya,” ujarnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

11 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor