Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengutuk kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan olahraga. (Dok. KONI) TODAYNEWS.ID — Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia merespons serius kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan olahraga prestasi.
Langkah tersebut ditunjukkan dengan pertemuan langsung antara korban dengan pejabat olahraga nasional.
Atlet kick boxing Jawa Timur Viona Amalia Adinda Putri yang menjadi korban bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman pada 13 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Marciano mengimbau seluruh organisasi olahraga di bawah KONI untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus pelecehan seksual. Ia meminta seluruh elemen olahraga aktif melakukan pengawasan.
“Saya menghimbau, seluruh organisasi anggota KONI Pusat, 38 KONI Provinsi, KONI IKN, 81 Induk Cabang Olahraga beserta anggotanya, 6 organisasi fungsional, agar memberikan atensi serius untuk memastikan tidak ada kasus pelecehan seksual yang terjadi di Tanah Air,” ujar Marciano.
Ia juga meminta masyarakat olahraga untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi pelecehan seksual. Menurutnya, laporan dari masyarakat sangat penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
“Saya juga menghibau seluruh masyarakat olahraga tidak segan-segan melaporkan kepada kita apabila mereka melihat ada kejadian-kejadian yang menjurus kepada pelecehan seksual. Dan saya juga berharap orang tua juga tidak segan-segan melaporkan hal tersebut secepatnya kepada kita,” tambahnya.
Marciano menjelaskan bahwa laporan dapat disampaikan langsung kepada KONI Pusat. Pelaporan bisa dilakukan melalui surat maupun media sosial.
Selain penanganan hukum, KONI Pusat juga menyiapkan dukungan pemulihan psikologis bagi para korban. Pendampingan tersebut dilakukan melalui jaringan psikolog olahraga yang berada di bawah bidang sport science KONI.
Ia menyebut bidang tersebut dipimpin oleh Lilik Sudarwati yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Psikologi Olahraga.
“Kami akan dengan senang hati dan itu merupakan tanggung jawab juga kami memberikan dukungan. Pemulihan mental atlet yang selama ini sudah betul-betul merasa terpukul karena terjadinya kasus pelecehan seksual itu,” kata Marciano.
Sementara itu, Erick Thohir mengapresiasi keberanian korban yang mengungkapkan kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa praktik pelecehan seksual tidak boleh lagi terjadi di lingkungan olahraga Indonesia.
“Atlet Kick Boxing kita sangat berani mengungkapkan permasalahan yang harus kita lawan dan kita bersihkan secara tuntas. Kami Kemenpora tentu terdepan, bersama tentu seluruh stakeholder olahraga, bahwa hal-hal seperti ini tidak boleh ada lagi,” ujar Erick.
Ia juga menegaskan bahwa pelaku pelecehan seksual tidak boleh lagi terlibat dalam kegiatan olahraga. Erick menyebut pelaku harus mendapat sanksi tegas.
“Tidak ada lagi keaktifan di dunia olahraga seumur hidup. Dan memang kalau itu menjadi sebuah wilayah yang bisa menjadi domain, ya dalam institusi kepolisian, kita sangat dukung. Olahraga kita harus bersih,” katanya.
Marciano menegaskan bahwa KONI Pusat mendukung penuh langkah yang diambil Kemenpora. Ia menilai tindakan tegas diperlukan untuk menjaga integritas dunia olahraga.
“KONI Pusat mendukung sepenuhnya kebijakan Menteri Pemuda dan Olahraga. Kita lawan kasus-kasus seperti ini, tidak boleh ada pelatih dan mereka yang dalam pembinaan olahraga prestasi melakukan pelanggaran, apalagi pelecehan seksual,” jelas Marciano.
Ia menambahkan bahwa pelaku pelecehan tidak boleh lagi terlibat dalam organisasi olahraga. Menurutnya, tindakan tersebut sangat memalukan bagi lingkungan olahraga.
“Ini sangat memalukan dan tidak boleh ada di lingkungan kita. Ke depan, pelaku-pelaku ini tidak boleh hadir dalam kegiatan olahraga, dan tidak boleh menjadi anggota organisasi olahraga,” lanjutnya.
Selain sanksi organisasi, pelaku juga harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Marciano menekankan bahwa perlindungan terhadap atlet menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak.
“Intinya perlindungan keamanan atlet selama dia melakukan kegiatan, baik dia pada saat dia berlatih, pada saat dia melakukan event, itu harus jadi prioritas kita semua,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa atlet merupakan bagian penting dari perjuangan bangsa di bidang olahraga. Karena itu, mereka harus mendapatkan perlindungan dan penghormatan yang layak.
“Atlet-atlet ini adalah Patriot Olahraga, mereka pejuang-pejuang di masa damai, mereka harus dapat perlakuan yang terbaik. Mereka harus dihormati dan keringat mereka itu hanya untuk Indonesia,” ujar Marciano.