x

Kapolda Riau Ajak Generasi Muda Bangun Kesadaran Moral Menjaga Alam

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Jan 2026 17:25 30 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam. Tanggung jawab tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan peradaban manusia.

Pernyataan itu disampaikan Herry dalam diskusi santai bertajuk Hello Green Movement bersama anak-anak muda Partai Hijau Riau. Kegiatan tersebut digelar di Hutan Kota Pekanbaru, Minggu (18/1/2026).

Dalam diskusi itu, Herry mengajak generasi muda mengubah cara pandang terhadap alam. Ia mendorong pergeseran perspektif dari eksploitasi menuju hubungan yang harmonis.

Herry mengutip pemikiran filsuf Jerman Immanuel Kant yang menyebut manusia tidak terpisahkan dari alam. Menurutnya, rasionalitas manusia tidak menjadikannya penguasa mutlak atas alam semesta.

“Manusia harus dipahami sebagai bagian dari keseluruhan ekosistem, bukan berdiri di atasnya,” ujar Herry. Ia menegaskan kerusakan lingkungan muncul saat manusia menempatkan diri sebagai penguasa alam.

Kapolda Riau menjelaskan bahwa selama beberapa dekade dunia didominasi paradigma homo economicus. Paradigma ini memandang alam semata sebagai sumber daya ekonomi yang bebas dieksploitasi.

Menurut Herry, cara pandang tersebut tidak hanya merusak lingkungan. Ia menyebut paradigma itu juga menimbulkan krisis spiritual yang mendalam bagi manusia.

“Manusia menjadi terasing dari alam, padahal alam adalah bagian dari eksistensi manusia itu sendiri,” kata Herry.

Sebagai alternatif, Herry mendorong pergeseran menuju paradigma homo ecologicus. Paradigma ini menempatkan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama dalam aktivitas manusia.

Ia menjelaskan homo ecologicus menekan ego eksploitasi dalam kegiatan ekonomi dan politik. Prinsip ini menuntut keseimbangan antara kebutuhan manusia dan keberlanjutan alam.

Menurut Herry, manusia memiliki ecological imperatives atau kewajiban moral tanpa batas untuk melindungi lingkungan. Tidak ada alasan untuk mengesampingkan keberlanjutan alam dalam setiap kebijakan.

“Manusia hidup berdampingan dengan alam. Satu pohon bukan hanya makhluk hidup lain, tetapi juga masa depan umat manusia,” tegasnya.

Ia mengingatkan dampak kerusakan alam tidak selalu terasa secara langsung. Dampak tersebut sering baru muncul lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Herry menekankan kewajiban menjaga alam tidak boleh berhenti sebagai wacana. Nilai tersebut harus diwujudkan menjadi kebiasaan yang membentuk karakter.

“Karakter mencintai lingkungan tanpa batas adalah tanggung jawab manusia sebagai makhluk berakal,” ujarnya.

Ia menambahkan nilai menjaga alam sejatinya telah hidup dalam kearifan lokal masyarakat Riau. Pesan tersebut tercermin dalam pantun dan syair Melayu.

“Jadilah pohon yang kuat dengan batang yang kokoh untuk tempat bersandar, dahan yang kuat untuk bergantung, dan daun yang lebat untuk berlindung,” tutup Herry.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
8 hours ago
17 hours ago
17 hours ago

LAINNYA
x
x