Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (Dok. PBSI) TODAYNEWS.ID — Langkah pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, masih berlanjut di ajang Malaysia Terbuka 2026. Ia memastikan tiket ke perempat final setelah tampil solid di babak kedua.
Pemain unggulan keempat tersebut menyingkirkan wakil tuan rumah, Leong Jun Hao. Jonatan menang dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-11 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (8/1/2025).
Kemenangan ini menjadi pembalasan sekaligus penegasan kematangan permainan Jonatan. Ia tampil lebih terkendali dibandingkan pertemuan sebelumnya.
Jonatan mengaku belajar dari kekalahan yang sempat ia alami akibat ketergesaan. Pada laga kali ini, ia mampu menjaga emosi dan fokus sepanjang pertandingan.
Sejak gim pertama, Jonatan berhasil mendikte tempo permainan. Ia tidak memberi ruang bagi Leong Jun Hao untuk mengembangkan pola serangan.
“Hari ini saya mencoba untuk lebih mengontrol jalannya pertandingan dan mengontrol diri sendiri agar lebih tenang serta sabar. Saya rasa strategi itu cukup berhasil,” ujar Jonatan seusai laga.
Bermain di hadapan pendukung tuan rumah yang memenuhi arena tidak membuat Jonatan tertekan. Ia justru menilai tekanan lebih besar berada di pihak lawan.
Menurut Jonatan, status tuan rumah kerap menjadi beban tersendiri bagi seorang atlet. Ekspektasi tinggi untuk menang bisa memengaruhi performa di lapangan.
“Saya bermain nothing to lose, se-enjoy mungkin. Justru lawan yang harusnya lebih tertekan karena bermain di rumah sendiri dengan ekspektasi tinggi untuk menang,” tambahnya.
Jonatan juga menyinggung kondisi fisiknya di tengah padatnya kalender turnamen BWF. Ia menilai kebugarannya masih cukup terjaga hingga saat ini.
Baginya, tantangan utama bukan terletak pada fisik, melainkan menjaga fokus dan ketahanan mental. Ia berusaha menghindari kejenuhan di tengah rangkaian turnamen yang padat.
Keikutsertaannya di ajang King Cup setelah World Tour Finals diakui memberi dampak positif. Turnamen tersebut ia jadikan sebagai sarana menjaga ritme pertandingan.
“Saya menganggapnya sebagai sparring yang bagus karena lawan yang dihadapi adalah pemain-pemain top. Itu membantu saya menjaga ritme kompetisi sebelum masuk ke turnamen besar seperti ini,” pungkas Jonatan.