x

IRGC Klaim Luncurkan 40 Rudal ke Target AS dan Israel di Hari Kelima Konflik

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Mar 2026 20:16 25 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Perang di Timur Tengah memasuki hari kelima sejak eskalasi terbaru pecah. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan sekitar 40 rudal ke target Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (4/3/2026). IRGC menyebut peluncuran tersebut sebagai bagian dari gelombang operasi terbaru.

“Beberapa jam yang lalu, gelombang ke-17 operasi “Honest Promise 4″ dilakukan dengan peluncuran 40 rudal oleh pasukan udara Korps Garda Revolusi Islam, menuju target-target Amerika dan Zionis,” demikian pernyataan IRGC yang dibacakan di televisi pemerintah, dilansir Al Arabiya, Rabu (4/3/2026).

IRGC tidak merinci lokasi maupun dampak dari serangan tersebut. Informasi tambahan terkait kerusakan atau korban juga belum disampaikan.

Konflik ini bermula setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut memicu respons balasan dari Teheran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan perang dengan Iran mungkin berlangsung “beberapa saat”. Namun, ia menegaskan konflik itu tidak akan berlangsung hingga bertahun-tahun.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pejabat senior memperingatkan adanya risiko korban tambahan dari pihak militer AS. Peringatan itu disampaikan seiring meningkatnya serangan balasan Iran.

Komando Pusat AS atau CENTCOM pada Selasa menyebut Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik. Selain itu, lebih dari 2.000 drone dilaporkan digunakan dalam serangan balasan di seluruh Timur Tengah.

Risiko terhadap pasukan AS menjadi topik dalam pengarahan tertutup kepada anggota parlemen AS pada Selasa (3/3/2026) waktu setempat. Pengarahan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi pertahanan dan keamanan AS.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio hadir dalam pertemuan tersebut.

Senator Demokrat Chris Murphy mengungkapkan isi pengarahan itu kepada publik. “Mereka memberi tahu kami di ruangan itu bahwa akan ada lebih banyak orang Amerika yang akan mati – bahwa mereka tidak akan mampu menghentikan drone-drone ini,” kata Murphy.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

23 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x