x

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Israel dan AS, Targetkan Basis Militer hingga Fasilitas Energi

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Mar 2026 13:33 24 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Korps Garda Revolusi Islam Iran melancarkan serangan besar ke Israel dan pasukan Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai balasan atas eskalasi konflik yang terus memanas.

Operasi ini menyasar berbagai target strategis, mulai dari fasilitas militer hingga infrastruktur logistik di sejumlah negara kawasan.

Serangan yang dilakukan Islamic Revolutionary Guard Corps tersebut berlangsung pada Jumat (27/3/2026). Iran menggunakan kombinasi drone dan rudal untuk menggempur target yang telah ditentukan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media pemerintah, IRGC menyebut operasi tersebut melibatkan senjata jarak menengah dan jarak jauh. Hal ini menandakan skala serangan yang cukup luas dan terkoordinasi.

Selain menyerang Israel, Iran juga menargetkan fasilitas militer milik Amerika Serikat di beberapa negara Teluk. Target mencakup wilayah Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain.

IRGC juga mengklaim telah menyerang fasilitas pemeliharaan sistem pertahanan udara AS di Bahrain. Serangan ini menjadi bagian dari upaya melumpuhkan kemampuan pertahanan lawan.

Sehari sebelumnya, Iran telah lebih dulu meluncurkan serangan ke berbagai aset militer dan logistik AS. Serangan itu menyasar lokasi-lokasi strategis di Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain.

Beberapa target yang disebut antara lain pangkalan Arifjan di Kuwait, Al-Kharj di Arab Saudi, dan pangkalan Sheikh Isa di Bahrain. Selain itu, fasilitas logistik dan penyimpanan bahan bakar juga menjadi sasaran utama.

Iran juga menargetkan hanggar drone MQ-9 serta sistem komunikasi satelit milik AS. Serangan tersebut menunjukkan fokus pada infrastruktur pendukung operasi militer modern.

Mengutip laporan Al Jazeera, markas militer Iran menyatakan telah menyerang kapal militer Israel di Laut Mediterania timur. Selain itu, tangki bahan bakar jet tempur Israel di pelabuhan Haifa juga menjadi target.

Langkah tersebut menandai perluasan medan konflik hingga ke wilayah maritim. Serangan terhadap aset laut menunjukkan eskalasi yang semakin kompleks.

Juru bicara IRGC, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan komitmen Iran untuk terus membalas serangan. Ia menyebut operasi ini sebagai respons terhadap agresi yang dilakukan pihak lawan.

“Kami bertekad untuk secara kuat menargetkan sumber dari segala agresi dan kejahatan, dengan rahmat Tuhan,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan sikap tegas Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.

Operasi balasan ini terjadi setelah AS dan Israel menyerang kota Khorramshahr di barat daya Iran. Ketegangan di Timur Tengah pun terus meningkat sejak serangan besar yang dimulai pada 28 Februari lalu.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

18 hours ago
2 days ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x